Saturday, April 17, 2010

Profesi TI dan Jenis Profesi TI


Banyak orang menganggap bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi adalah baru dan canggih, hal ini sebenarnya tidak salah, namun teknologi sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang baru, hal ini sudah ditemukan sejak dahulu. Api misalnya, pada jaman batu merupakan sebuah teknologi yang dianggap hebat pada masanya. Seiring dengan bergulirnya waktu, api dianggap sebagai sesuatu yang biasa karena sudah dapat dijumpai dimana saja.
Apa sebenarnya teknologi informasi itu?
Teknologi sendiri dapat diartikan sebagai alat rekayasa manusia yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah suatu alat hasil dari rekayasa manusia yang digunakan untuk menghasilkan sebuah informasi.
  • Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. 
  • Menurut Haag dan Keen (1996), Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
  • Menurut Martin (1999), Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi. 
  • Sementara Williams dan Sawyer (2003), mengungkapkan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.

Pada era ini, dimana arus informasi sangat cepat dan dibutuhkan, dunia teknologi informasi berkembang dengan pesat. Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tepat, dan akurat dalam setiap aspek hidupnya. Kemajuan dan kebutuhan teknologi informasi ini membutuhkan banyak tenaga profesional dalam pengembangan dan pelayanannya. Tenaga profesional ini tergabung dalam sebuah profesi, yaitu profesi TI atau para profesional yang bekerja dalam bidang teknologi informasi.
Beberapa jenis profesi TI yang dibutuhkan antara lain:

Programming Software Engineering
Bidang ini mengkhususkan diri ke dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:

  1. Application Engineer
  2. Game Programmer
  3. Computer Programmer
  4. OS Designer/Engineer
  5. Software Application Architect

Network System
Jenis pekerjaan ini menspesialisasikan diri kepada pembuatan dan pemeliharaan jaringan. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
  1. Network Administrator
  2. Network Technician
  3. PC Support Spesialis
  4. Telecommunication Network Specialist
  5. Data Communication Analist
  6. Security Administrator

Information Support and Service
Para profesional di bidang ini menyediakan layanan dan bantuan informasi.Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
  1. Technical Support Engineer
  2. Technical Writer
  3. Instructional Designer
  4. Application Integrator
  5. Database Administrator
  6. Enterprise System Engineer
  7. Help Desk Specialist
  8. Database Development and Administration
  9. Enterprise System Analysis and Integration
  10. Technical Support
  11. Technical Writing

Interactive Media
Sesuai dengan namanya, jenis profesi ini lebih berhubungan dengan media interaktif. Beberapa jenis pekerjaan yang masuk ke dalam bidang ini antara lain:
  1. Web Designer
  2. Web Master
  3. 3D Animator
  4. Virtual Reality Specialist
  5. Multimedia Producer
  6. Graphic Art
  7. Digital Media
  8. Web Development and Administrator

Tentunya tiap masing-masing pekerjaan membutuhkan kualifikasi tertentu untuk menjadi seorang profesional di bidangnya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan betapa banyaknya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh dunia teknologi informasi.




referensi : http://supriyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4987/jenis-jenis+profesi+IT.ppt

Friday, March 26, 2010

Mengenal Aturan Radio Komunikasi



Banyak sekali macam dan jenis radio komunikasi yang digunakan. Pada dasarnya, radio komunikasi adalah radio yang digunakan untuk berkomunikasi dengan menggunakan frekuensi tertentu. Komunikasi melalui alat ini dilakukan secara half duplex artinya pengirim dan penerima pesan tidak dapat melakukan komunikasi secara bersamaan seperti ketika menggunakan telepon. Pengirim dan penerima hanya dapat berbicara secara bergantian. Jika keduanya mencoba untuk berbicara pada saat yang bersamaan, maka akan terjadi collision (tabrakan). Kondisi ini ditandai dengan tidak adanya suara yang dapat didengar oleh kedua belah pihak.
Radio komunikasi banyak digunakan oleh militer, personal, maupun radio amatir. Walaupun saat ini penggunaannya kalah pamor dengan alat komunikasi lainnya seperti telepon dan email, namun bagi kalangan tertentu radio komunikasi masih menjadi alat komunikasi utama.
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan radio komunikasi antara lain:

Gunakan nama (callsign) yang unik. Komunikasi menggunakan radio komunikasi melibatkan banyak pengguna. Jika Anda menggunakan nama yang biasa dan umum, tentu akan terjadi kesulitan ketika sesorang berusaha menghubungi Anda.

Sepakati kode-kode tertentu. Walaupun menggunakan frekuensi udara tertentu, namun pengguna radio komunikasi yang berada pada satu frekuensi dengan Anda dapat mendengar isi pembicaraan Anda. Oleh karena itu untuk menghindari penyadapan atau pencurian informasi, sepakati dahulu kode-kode tertentu dengan lawan bicara Anda jika ingin membicarakan sesuatu yang bersifat rahasia.

Perhatikan isi dari pembicaraan. Sama halnya dalam berbicara, dalam menggunakan radio komunikasi, hendaknya jangan memancarkan berita yang bersifat SARA, memperkeruh suasana, mencemarkan dan/atau menjatuhkan nama baik.

Berkirim Surat Dalam Dunia Maya



Selain handphone dan chatting, e-mail merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menjalin komunikasi. Memang, dengan e-mail pengirim dan penerima tidak dapat melakukannya dalam waktu yang bersamaan, namun e-mail tetap dianggap sebagai sarana komunikasi yang lebih cepat dibandingkan dengan surat. Seseorang dapat mengirimkan kabarnya kepada orang lain yang berada berjauhan dengan e-mail dalam waktu yang relative cepat dan murah. Bandingkan dengan mengirim surat dengan pos biasa. Pada dasarnya, prinsip-prinsip mengirimkan e-mail sama dengan menulis surat biasa antara lain sebagai berikut:

1.       Alamat e-mail
Pertimbangkan berbagai faktor untuk membuat nama e-mail Anda. Penulisan nama e-mail yang terkesan funky dan cool memang boleh-boleh saja, namun jika Anda ingin mempergunakannya di lingkungan kantor atau akademis, lebih baik gunakan nama Anda sebagai nama e-mail. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penerima mengetahui dari mana sebuah e-mail berasal.

2.       Penulisan Subjek
Subjek surat sama dengan judul sebuah buku, pastikan Anda menulis subjek dengan jelas agar penerima dapat mengetahui maksud dan tujaun surat Anda. Tentunya Anda tidak ingin surat Anda diabaikan hanya karena pengirim menganggap surat Anda tidak terlalu penting. Sesuaikan subjek dengan isi surat, jika Anda terlalu sering mengirimkan surat dengan subjek yang tidak menggambarkan surat Anda, jangan salahkan penerima jika suatu saat mereka mengabaikan surat Anda.

3.       Tujuan
Salah satu keuntungan mengirim e-mail adalah, Anda dapat mengirimkan e-mail Anda ke banyak orang. Pastikan alamat penerima surat Anda benar. Perhatikan penulisan nama e-mail maupun karakter khusus lainnya, jangan sampai e-mail Anda tidak sampai hanya karena Anda salah menuliskan titik dengan koma.
Jika Anda memiliki jaringan yang luas dan ingin mengirim e-mail ke banyak orang, pastikan Anda tidak melakukan penyebaran alamat e-mail. Pengirimaan e-mail dengan mengetikkan sederetan alamat e-mail ke daftar penerima, menyebabkan teman Anda dapat melihat kemana saja Anda mengirimkan e-mail Anda. Mungkin teman Anda tidak ingin alamat e-mailnya diketahui orang lain selain Anda dan teman-temannya. Oleh karena itu, gunakan fasilitas BCC. Dengan fasilitas ini, Anda dapat mengirimkan e-mail Anda ke semua teman Anda, namun teman Anda hanya dapat melihat alamat e-mail Anda dan dia sendiri.

4.       Isi
Perhatikan isi dari e-mail Anda, sesuaikan cara berbahasa Anda dengan orang yang akan menerima e-mail. Gunakan bahasa sehari-hari dan kasual jika Anda mengirim e-mail kepada teman Anda. Namun gunakan bahasa yang lebih formal dan hormat jika Anda mengirimkan e-mail kepada guru atau atasan Anda. Sertakan juga salam pembuka dan salam penutup serta beberapa patah kata untuk memberitahu penerima tentang maksud dan tujuan surat Anda. Walaupun Anda hanya akan mengirimkan file attachment, sebaiknya jangan mengirimkan e-mail dengan body kosong.
Anda tentunya masih ingat dengan Kasus Prita?
Kasus yang sempat membikin heboh masyarakat ini disebabkan kelalaian Prita yang menuliskan keluh-kesahnya terhadap sebuah rumah sakit swasta ke dalam mailing list. E-mail yang ditulis oleh Prita ini pun beredar dari satu mailist ke mailist lain. Tentu saja, pihak rumah sakit yang namanya disebutkan oleh Prita menganggap hal ini sebagai pencemaran nama baik. Akibatnya, Prita sempat masuk bui selama beberapa bulan dan menjalani segala macam proses persidangan.
Anda tentunya tidak ingin hal seperti itu terjadi kepada Anda. Oleh karena itu, hindari penulisan e-mail yang bersifat penghinaan, menjatuhkan nama baik seseorang atau SARA. Walaupun Anda hanya bermaksud untuk ‘curhat’, namun e-mail Anda dapat menjadi bukti tertulis seperti yang dialami oleh Prita.

5.       Attachment
Jika Anda ingin menyisipkan sebuah file dan mengirimkannya, usahakan ukuran file tersebut jangan terlalu besar. Selain memakan waktu yang lama dalam proses download, kemungkinan terjadi gagal download juga cukup besar apabila koneksi internet penerima tidak mendukung. Hal ini tentu akan sangat disayangkan apabila Anda mengirim file yang sangat penting. Jika file tersebut memang sangat penting dan besar, pecah file tersebut ke dalam beberapa bagian sehingga memungkinkan untuk didownload.

Thursday, March 25, 2010

Komunikasi Sehat dengan Handphone



Telepon selular saat ini tidak lagi menjadi barang mewah. Tingginya kebutuhan akan komunikasi di era yang serba cepat ini menyebabkan handphone, bagi kebanyakan orang menjadi sebuah barang kebutuhan pokok. Mulai dari mereka yang memang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi seperti para pebisnis, tukang ojek di pengkolan jalan, ibu-ibu yang hobi ngerumpi, sampai mereka yang hanya sekedar ingin mengikuti trend agar dibilang tidak ketinggalan jaman.
Sayangnya, makin meluasnya penggunaan handphone tidak diiringi dengan kesadaran penerapan etika dalam penggunaannya. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

Kenali situasi dan kondisi
Pernahkah Anda menjadi seorang pasien di rumah sakit? Atau hanya sekedar sakit? Tentunya Anda sangat memerlukan istirahat yang cukup. Ketika Anda ingin beristirahat,tiba-tiba terdengar sesorang 'berbicara' kepada handphonenya dengan volume suara yang lumayan keras dan tampaknya tidak mempedulikan perasaan terganggu Anda? Pasti Anda akan sangat merasa terganggu dan kesal.
Perhatikan keadaan sekitar, kenali situasi dan kondisi sekitar Anda. Jika Anda berada di tempat umum yang ramai dan bising, Anda bisa menaikkan volume suara Anda agar lawan bicara Anda dapat mendengar setiap perkataan Anda. Namun sebaliknya, jika Anda berada di tempat-tempat tertentu yang membutuhkan ketenangan seperti rumah sakit, perpustakaan, atau ruang belajar, pelankan suara Anda, pastikan tidak ada orang yang terganggu karena suara Anda.

Perhatikan isi percakapan Anda
Jangan pernah membicarakan urusan pribadi di tempat umum. Pembicaraan yang bersifat pribadi cenderung memerlukan peranan emosi Anda, entah itu sedih atau marah atau hanya ingin sekedar bermesraan dengan orang yang Anda sayangi. Bayangkan jika Anda menangis di tempat umum karena percakapan yang Anda lakukan? Atau bermesraan dengan pacar Anda di sebuah restoran melalui handphone? Bagaimana reaksi orang yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Anda? Lebih baik lakukan pembicaraan personal di tempat yang lebih pribadi atau face to face.

Kenali lawan bicara Anda
Berbicara kepada teman tentu berbeda dengan cara Anda bebicara kepada orang tua, guru, atasan, atau hanya sekedar telemarketer. Gunakan bahasa yang sopan dan cocok untuk tiap-tiap lawan bicara Anda.

Hormati lawan bicara Anda
Seseru apapun, semarah apapun, seasik apapun Anda ketika melakukan percakapan, jangan pernah berteriak, memaki, atau bahkan hanya menyela pembicaraan orang lain. Bagaimana rasanya jika Anda dimaki oleh lawan bicara Anda? Tentu Anda akan merasa tidak senang. Hormati lawan bicara Anda agar jangan sampai menimbulkan kesalahpahaman atau perselisihan hanya karena Anda tidak dapat menahan emosi Anda.

Penggunaan ringtone
Terkadang ringtone merupakan masalah yang paling sering ditemukan. Setiap orang memiliki musik favorit masing-masing untuk dijadikan sebagai ringtone. Ada yang memilih lagu kesukaan, suara hewan, suara efek, atau bahkan ringtone default dari masing-masing handphone. Hal itu wajar dan sah-sah saja, namun perhatikan penggunaan ringtone Anda. Sebaiknya jangan menyetel ringtone yang terlalu keras dan terlalu panjang durasinya apabila Anda berada di situasi formal, lebih baik setel handphone Anda ke modus getar. Jangan sampai seisi ruangan menoleh ke arah Anda ketika handphone Anda memutar lagu BCL dengan volume maksimal ketika Anda sedang rapat. Tentu Anda akan repot dan merasa malu sendiri.

Menulis SMS
SMS atau pesan pendek, mungkin merupakan fitur yang lebih banyak digunakan oleh anak muda. Lebih murah, banyaknya promo-promo yang ditawarkan menjadikan SMS sebagai pilihan alternatif mereka yang memiliki anggaran pulsa pas-pasan.
Pada dasarnya, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengirim SMS adalah sebagai berikut:

a. Penggunaan singkatan
Jangan menggunakan singkatan terlalu banyak dalam SMS, apalagi singkatan tersebut bukanlah singkatan yang umum digunakan. Perhatikan juga kepada siapa Anda mengirim SMS tersebut. Usahakan jangan menggunakan banyak singkatan jika Anda mengirimkan SMS ke orang tua, guru, atau atasan Anda.

b. Penulisan huruf
Tulis kalimat Anda dengan susunan yang jelas agar mudah dibaca BagaimanaJikaAndaDikirimkanDanDiharuskanUntukMembacaSMSSepertiIni?? AtwM'bcStuLgYgSprtNi?? Hal ini jelas akan menyulitkan penerima pesan Anda.

c. Padat, singkat, dan jelas
SMS berarti pesan singkat. Jumlah karakter yang dapat ditulis dalam sebuah sms hanya 160 karakter. Hal ini menyebabkan pengirim menulis pesan dengan dua metode di atas. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda menuliskan pesan Anda secara padat, singkat, namun jelas. Lebih baik lakukan pembicaraan secara langsung jika hal yang ingin Anda bicarakan tidak bisa dirangkum dengan jelas dalam 160 karakter atau bersifat mendesak.

Tuesday, March 23, 2010

Etika Chatting


Siapa yang tidak pernah chatting jaman sekarang?

Berkat kemajuan teknologi, chatting merupakan suatu hal yang lumrah dilakukan. Banyak aplikasi yang menyediakan fasilitas ini, situs jejaring sosial seperti facebook pun menyediakan fitur chatting dalam webnya. Chatting memang sangat berguna untuk untuk tetap menjalin komunikasi dengan sesama, baik hanya untuk sekedar mengobrol, bertukar kabar dengan orang yang sudah lama tidak bertemu, maupun berkenalan dengan orang yang baru sama sekali.
Berbicara dalam dunia maya atau chatting memang secara umum hampir sama dengan berbicara secara langsung, namun diantara keduanya terdapat sedikit perbedaan. Beberapa hal yang dapat menjadi panduan ketika chatting antara lain:

Username, Icon, Avatar
   Kenali situasi dan kondisi, jangan menggunakan username, icon, atau avatar yang 'nyeleneh' ketika berada dalam situasi formal seperti konferensi bisnis.

Jangan menulis kalimat dengan huruf kapital
   Menulis dengan huruf kapital sama dengan berteriak. Jika Anda melakukan hal ini, maka lawan bicara Anda akan menganggap Anda berteriak kepadanya, dan dapat menyebabkan lawan bicara Anda merasa tersinggung.

Jangan menulis hal yang bersifat sensitif atau SARA
   Lain halnya dengan pembicaraan tatap muka, melalui chatting lawan bicara Anda tidak dapat melihat bagaimana ekspresi muka Anda, intonasi maupun gaya bicara Anda. Jika Anda menulis sesuatu yang sensitif atau bersifat SARA, bisa-bisa lawan bicara Anda menanggapinya dengan ekspresi yang Anda tidak harapkan.

Mem-Buzz
   Salah satu hal yang harus dihindari adalah melakukan buzz berkali-kali. Hal ini akan membuat lawan bicara Anda merasa kesal atau jengkel. Cukup buzz sesekali, jika lawan bicara Anda tidak merespon, anggap lah dia tertidur sehingga tidak bisa berbicara dengan Anda. Jika masalah yang ingin Anda bicarakan sangat penting, hubungi lawan bicara Anda dengan cara lain.

Memberikan data pribadi
   Jangan memberikan data pribadi Anda, baik no telepon maupun alamat, kepada orang yang baru saja Anda kenal melalui chatting. Hal ini dikarenakan Anda tidak tahu siapa sebenarnya lawan bicara Anda. Kasus penipuan melalui chatting sudah sering terjadi, jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya.

Ucapkan Salam
   Sama halnya ketika bertamu ke rumah seseorang, cara paling sopan untuk memasuki sebuah chat room adalah dengan mengucapkan salam walaupun hanya sekedar "Hi!".

No Flood
   Flood yang dimaksud adalah membanjiri chat room dengan kalimat-kalimat yang sama secara berulang-ulang. Selain dapat merusak mata, hal ini dapat menimbulkan kekesalan dari chatter lain.

Hormati Lawan Bicara
   Sebagaimana Anda ingin dihormati, perlakukanlah orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Jangan pernah menghina awan bicara Anda, karena hal itu hanya membuktikan bahwa Anda orang yang tidak memiliki etika.

Sekian penjelasan yang singkat dari Saya, semoga hal ini dapat menjadi pelajaran dan berguna bagi orang lain.

Saturday, February 20, 2010

Etika dalam Teknologi Informasi


Semakin berkembangnya teknologi, khususnya teknologi informasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Kini, tidak hanya ahli komputer yang dapat mengakses informasi, namun masyarakat awam juga dapat menikmati informasi-informasi yang tersedia. Salah satu media yang paling sering digunakan sebagai sarana penyebaran informasi adalah dengan menggunakan jaringan komputer. Jaringan ini dapat berupa LAN, WAN, MAN, bahkan internet. Saat ini, internet merupakan media pertukaran informasi dengan jumlah dan variasi pengguna paling banyak. Pertukaran informasi dapat dilakukan dalam bentuk berita, forum, blog, pertukaran data digital, bahkan melalui situ-situs jejaring sosial. Salah satu alasan banyaknya masyarakat yang memilih internet sebagai sumber informasi adalah informasi bisa didapatkan secara murah, bervariasi, dan tidak membosankan. Bandingkan dengan mencari informasi dari sebuah buku, yang pastinya akan memakan waktu, biaya, dan dapat menimbulkan kejenuhan.

Dalam perkembangannya, informasi yang beredar di internet tidak hanya berisi informasi yang benilai positif. Banyak diantaranya dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari keuntungan atau mencemarkan nama baik seseorang.

Sebagai contoh, maraknya pornografi di dunia maya. Sebagai salah satu media penyedia informasi yang paling atraktif, internet kerap kali dijadikan media untuk mendistribusikan konten-konten pornografi. Tidak hanya melalui situs-situs tertentu, tapi juga dapat dilakukan melalui forum. Pengaksesan situs-situs ini oleh mereka yang belum cukup umur dan tidak mengerti, dapat menyebabkan degradasi moral. Hal ini merupakan salah satu contoh pentingnya etika dalam teknologi informasi. Etika merupakan pegangan bagi seseorang untuk bertindak dan memahami baik buruk perbuatannya. Sekarang, banyak orang yang tidak mengindahkan etika, terbukti dari kasus di atas. Mereka yang menyediakan, berbagi, atau memberikan konten-konten pornigrafi ini tidak memiliki etika dalam melakukan aktivitasnya. 

Pertukaran data digital, baik dalam bentuk film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di dunia maya. Dengan mengunjungi situs-situs tertentu dan melakukan klik beberapa kali, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara gratis. Daripada membuang-buang uang untuk ke bioskop dan menonton film keluaran terbaru, kita bisa men-download film tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan aslinya. Jika ingin mendengarkan lagu, meng-install software, atau baca buku sekalipun, kita bisa mendapatkanya dengan men-download. Gratis dah kualitasnya pun sama saja. Walaupun hal seperti ini sama dengan pembajakan, namun karena menjamurnya situs-situs yang menawarkan jasa download gratis, toh hal ini dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal, dengan mendownload hal-hal tersebut, kita tak lain dengan seorang pembajak.

Hal-hal tersebut memang sangat merugikan dari satu sisi, namun apabila kita lihat dari sisi lain, hal tersebut juga dapat membantu masyarakat. Dibandingkan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk seembar tiket bioskop atau Rp 45.000 untuk membeli sekeping CD atau bahkan ratusan ribu untuk memebeli software, masyarakat kita tentu lebih memilih sesuatu yang murah dan dapat dinikmati bersama. Prinsip kebersamaan dan saling "berbagi"-pun rupanya sangat diterapkan dalam kasus ini, sehingga tentu saja hal ini juga bisa menjadi sangat menguntungkan.

Internet menjadikan semua batas-batas ruang menjadi samar. Bukannya tidak pernah pemerintah melakukan proses pembersihan terhadap situs-situs porno, tapi toh rupanya hal itu sia-sia. Masih banyaknya situs porno membuktikan hal ini. Aparat yang kurang mengerti akan teknologi sehingga dengan mudah diakali oleh pemilik situs merupakan faktor utama hal ini. Lalu bagaimana dengan hak mereka yang telah bersusah payah membuat produk mereka namun tetap dibajak melalui internet? Tidak ada aturan yang jelas dan tindak lanjut dari yang berwenang, menyebabkan masalah ini berlarut-larut. Kita tidak bisa selamanya membebankan semua ini kepada pemerintah. Kini, tergantung bagaimana kita sebagai pengguna internet untuk bersikap, apakah masih ada etika dalam diri kita?

Friday, February 19, 2010

Profesi dan Profesionalisme


Seperti yang telah dijelaskan dalam posting sebelumnya, profesi adalah pekerjaan, yang dilakukan secara tetap dengan menggunakan suatu keahlian. Sedangkan tingkah laku, tujuan, atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan corak profesi disebut profesionalisme. Profesionalisme juga mengandung pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sumber penghidupan.

Ciri-ciri profesionalisme adalah sebagai berikut :
  • Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
  • Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
  • Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
  • Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
  • Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

Menjadi seorang profesional tidaklah mudah. Berdasarkan ciri-ciri di atas terdapat beberapa kriteria yang mendasari seseorang dapat dianggap sebagai profesional dalam bidangnya. Menurut Tjerk Hooghiemstra, seorang profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

Menurut UU No. 8 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kode Etik dapat diibaratkan sebagai kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. Agar kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik dibuat oleh profesi itu sendiri. Pada umumnya, kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada para pelanggarnya berupa sanksi moral atau bahkan dikeluarkan dari organisasi.

Tujuan Kode Etik Profesi adalah sebagai berikut :
  1. Menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  3. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Meningkatkan mutu profesi.
  5. Meningkatkan mutu organisasi profesi.
  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.




Referensi :
http://rizal.blog.undip.ac.id/files/2009/07/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf