Sunday, January 10, 2010

Apaan sih Softskill??



Mengingat kembali saat-saat memulai semester, banyak dosen yang membicarakan mengenai mata kuliah softskill. Sebenarnya ketika dosen membicarakan tentang softskill, sering bertanya-tanya sendiri "Apaan sih softskill???". Mata kuliah ini tidak terdaftar di jadwal kuliah (setidaknya belum), dilihat dari artinya soft = lembut sedangkan skill = kemampuan, kemampuan lembut??? Yah, mungkin ini pendapat mahasiswa terbodoh yang pernah dipikirkan. Setelah terdaftar jadwal telematika (softskill) bertambah lagi pemikiran, kemampuan telematika tapi yang lembut? O-oow,,,


Setelah mendapat penjelasan mengenai softskill telematika, akhirnya bisa juga berpikir "Oooh,,itu toh maksudnya...Gampang ah!!!" walaupun ternyata dalam pelaksanaannya jauh dari mudah!


Menurut saya, mata kuliah ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya melatih mahasiswa untuk menulis dan memperluas pengetahuan mahasiswa. Saya pribadi menganggap mata kuliah ini sangat berguna. Selain itu metode pembelajarannya yang tidak hanya pertemuan-pertemuan di dalam kelas, merupakan hal yang tidak membosankan dan pertemuannya yang tidak rutin (surgaaaaa...).


Mata kuliah ini sebaiknya dilanjutkan karena kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan. Selain itu, mata kuliah seperti ini bisa menjadi pemecah kejenuhan di tengah padatnya tugas-tugas kuliah karena mahasiswa dapat menulis mengenai pendapat mereka.

Lebih Dekat Dengan Tokoh Telematika



Apa yang telintas di pikiran orang ketika mendengar kata telematika? Roy Suryo mungkin jawaban yang paling sering dikemukakan. Sebagai tokoh yang berkecimpung di bidang telematika, Roy Suryo sering muncul di televisi untuk memberikan pendapatnya sebagai pakar telematika. Namun, banyak tokoh telematika lainnya yang belum diketahui oleh masyarakat umum yang kiprahnya telah membangun bangsa ini. 


Jonathan Limbong Parapak, adalah salah satu putra bangsa yang berkecimpung di bidang telematika. Lahir dan besar di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jonathan Parapak yan akrab dipanggil Limbong ketika kecil terbiasa hidup di sekitar hutan dan desa. Perlu perjuangan berat bagi Beliau untuk bersekolah karena jauhnya lokasi, faktor ekonomi, dan keamanan. Hidupnya penuh dengan keprihatinan sehingga sejak kecil jiwa wiraswastanya untuk membantu keluarga sudah muncul. Selesai SMA beliau diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, namun karena ternyata Beliau terpilih seleksi beasiswa Colombo Plan, Beliau berangkat ke Australia untuk meneruskan pendidikan walau dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas.


Berikut adalah latar belakang pendidikan Jonathan Parapak: 
  1. 1949 - 1955 SD di Rantopao 
  2. 1955 - 1958 SMP di Rantepao 
  3. 1958 - 1961 SMA Negeri I (Teladan), Makasar (Ujung Pandang) 
  4. 1962 - 1966 University of Tasmania, Australia (disamakan Sarjana Teknik) 
  5. 1967 - 1968 Pasca Sarjana di Universitas Tasmania Tamat dengan gelar "Master of Engineering Science" (M.Eng.Sc). 
  6. 1984 Lemhannas dengan mendapat "Wibawa Seroja Nugraha" (peserta dengan nilai tertinggi) 
   Pendidikan Khusus
  1. Mei-Juni 1975 University of Syracuse New York (Diploma: Dynamic Management for International Executives). 
  2. Oktober 1978 ITT-Communications Group New York (Diploma: Marketing)
  3. 1981 Penataran Type A P-4 (Ranking 1)
  4. 1995 Penataran Manggala P4
  5. 1970-Sekarang : Mengikuti berbagai seminar manajemen telekomunikasi, komputer, informasi dan pariwisata. 
Pada tahun 1966 Jonathan bekerja di Telecoms Australia sebagai "Radio Installation Engineer". Kemudian pada tahun 1967 s.d 1968 Beliau berkecimpung di Research Laboratories-Telecoms Australia dalam kerja sama dengan University of Tasmania, Research untuk Master Degree.  Tahun 1968-1969 Beliau bekerja Telecoms Australia sebagai Microwave System Design Engineer. 


Sekembalinya dari Australia, Jonathan merintis karirnya dimulai dari bawah. Mulai dari menarik kabel, memasang dan memelihara perangkat komunikasi, sampai pimpinan proyek stasiun bumi, sistem komunikasi kabel laut. Selama bekerja di Indosat, Beliau merintis pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut ASEAN, Sistem Komunikasi Kabel Laut ke Timur Tengah, Eropa dan Australia. Beliau mewakili Indosat di berbagai pertemuan dan konferensi internasional, seperti Telecommunication Union (ITU), di Intelsat (International Satellite System), Inmarsat (International Maritime Satellite System). Ia pun menjadi figur internasional yang diperhitungkan dan diundang sebagai pembicara di berbagai konferensi dan seminar.


Di bawah kepemimpinannya, Indosat mengalami transformasi manajemen, kultur perusahaan, pengembangan sumber daya manusia. Indosat maju pesat dan mendapat perhatian para pengamat dan para ahli manajemen, telekomunikasi nasional dan internasional. Sehingga dalam waktu singkat Indosat menjadi salah satu BUMN terbaik di Indonesia dan berulangkali memperoleh penghargaan nasional dan intemasional. Melalui Indosat, Parapak ikut berperan dalam pemilihan, penerapan dan pengembangan teknologi terkini dan tepat guna baik dalam mengembangkan dan memodernisasi layanan telekomunikasi maupun dalam manajemen perusahaan.


Bagi Parapak, kemajuan TI tidak hanya mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi, namun juga memiliki nilai strategis secara ekonomis dan politis. Pandangan itulah yang memotivasi Beliau bekerja keras mengembangkan dunia informasi dan telekomunikasi demi bangsanya. Beliau senantiasa membelajarkan masyarakat namun tidak pernah kehilangan minatnya untuk belajar. Selalu membuka diri terhadap teknologi baru sehingga karya-karyanya diakui oleh masyarakat Indonesia dan dunia.


Pelaku teknologi dengan pandangan yang sangat jelas tentang kaitan dan peranan teknologi untuk pembangunan bangsa dan negara serta peningkatan kesejahteraan manusia. Ia yakin terdapat peran yang sangat vital dalam sistem komunikasi satelit untuk mempercepat pembangunan bangsa. Beliau menjadi penggagas visi Nusantara 21, visi bangsa Indonesia di sektor telekomunikasi dan informasi dalam memasuki abad ke- 21. Untuk meyakinkan bangsa Indonesia bahwa kemajuan, kesejahteraan, daya saing dan kejayaan Indonesia di abad ke-21 sangat ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan mewujudkan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.


Ia pula salah satu pemula konsep pembangunan Telematika di Indonesia, dan menjadi pimpinan berbagai kelompok yang sangat peduli dengan peran telematika dalam mewujudkan knowledge based society di Indonesia. 


Pengalaman Kerja
  • 1969 1970 : IMC Engineer -PT.Indosat Jakarta 
  • 1971-972 : Station Engineer -PT. Indosat Jakarta 1973- 1975 : System Engineer -PT. Indosat Jakarta 
  • 1975-1977 : Manager Operations & Engineering PT. Indosat 
  • 1978-Jan. 1980 : Director Operation & Engineering PT. Indosat 
  • 1976-980 : Member ofthe Board ofDirectors PT. Indosat 
  • 1980-1991 : Direktur Utama PT. Indosat 
  • 1991-1999 : Komisaris Utama PT. Indosat 
  • 1991-1998 : Sekretaris Jenderal Departemen Parpostel 
  • 1998-1999 : Sekretaris Jenderal Departemen Parsenibud
  • 1987-1991 : Komisaris Utama PT.Gratika Nusantara
  • 1988-1991 : Komisaris PT. Lintas Arta 
  • 1985-1990 : Anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN
  • 1988-1989 : Vice Chairman Intelsat Board of Governors
  • 1989- 990 : Chairman, Intelsat Board of Governors 
  • 1988-1992 : Chairman ITU World Plan for Asia and Oceania 
  • 1989-1991 : Member High Level Committee ITU (International Telecommunication Union) 
  • 1991-1999 : Pembina Koperasi Pegawai Dep. Parpostel 
  • 1991 : Ketua Panitia Konperensi negara-negara OKI di Bandung 
  • 1993- 1999 : Komisaris Utama PT. INTI-BPIS
  • 1995- 1999 : Anggota Dewan Riset Nasional 
  • 1994-1996 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi KSO 
  • 1995-1998 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi PCN/PCS/PHS
  • 1993 -Sekarang : Ketua Yayasan Pedidikan Teknik Indonesia 
  • 1995- Sekarang : Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informasi 
  • 1996-1997 : Chairman First World Telecommuniactions Policy Forum-ITU, Geneva 
  • 1997-1999 : Anggota MPR.
  • 2000-sekarang : Charman/Preskom beberapa perusahaan di lingkungan LIPPO-AcrossAsia Multimedia (Indonesia).
  • Pengabdian di UI dan Lemhanas
  • 1970-1980 : Dosen Luar Biasa di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia dalam mata kuliah Teknik Telekomunikasi dan Tugas Sarjana 
  • 1976-1979 : Ketua Departemen/Kabinet Elektronika/ Telekomunikasi, Anggota Senat Fakultas Teknik 1985 -19995 : Dosen Lemhannas (Anggota Kelompok Kerja Sismennas Lemhannas) 
  • 1996 -Sekarang : Ketua Dewan Penasehat Program S2 Telekomunikasi Universitas Indonesia 
Pengabdian Lain
  • Pembina KORPRI Unit PT. Indosat 1981- 1991 
  • Ketua KORPRI Dep. Parpostel/Parsenibud 1992- 199 
  • Ketua Umum Ikatan alumni Australia 1988 -1992 dan Ketua dewan 
  • pembina 1992 -sekarang 
  • KetuaBidang Pengembangan Ikatan Alumni Lemhannas 1985- 1991
  • Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia 1986- 1991 
  • Ketua Departemen Data dan Informatika Pengurus Pusat KADIN 1989-1991 
  • Anggota Dewan Pertimbangan KADIN 1989-1991 
  • Pembina Yayasan Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Toraja dan Yayasan Pendidikan Tongkonan 
  • Wakil Ketua Umum-Seminar Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) 1987 tentang Sistem Ekonomi Nasional Indonesia 
  • Ketua Umum Seminar IKAL 1988 tentang Sistem Politik Demokrasi Pancasila 
  • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Sistem Sosial Budaya Indonesia yang mendukung Strategi Jangka Panjang Tahap II 1989 
  • Ketua Umum Seminar IKAL 1990 tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional 
  • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Pembinaan Sumber Daya Nasional untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional dalam Era Kebangkitan Nasional II 
  • Anggota kelompok kerja/Pengkajian Sistem Manajemen Nasional Lemhannas. 
  • Ketua II Ikatan Profesi Komputer dan Informatika (IPKIN) 1989-1991 
  • Sekretaris Tim Pengembangan dan Pendayagunaan Sistem Informasi Nasional (TP2SIMNAS) 
  • Wakil Ketua TP2 Simnnas mulai 1989-1992 
  • Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia 1994- sekarang
  • Penghargaan
  • Terpilih oleh ITT Quality Council (calon-calon dari seluruh dunia) untuk menerima Ring of Quality 1976 sebagai penghargaan “Prestasi yang sangat menonjol” 
  • Setya Lencana Pengabdian Indosat 20 tahun,1989 
  • Dianugerahi Setya Lencana Pembangunan oleh Negara RI pada tahun 1985
  • Satya Lencana Dwidya Sistha-Lemhannas 1990 
  • Dianugerahi Bintang Jasa Utama 17 Agsutus 1992 
  • Penghargaan Pembina Koperasi 1996. 
Karya Tulis:
  1. Berbagai makalah di bidang elektronika telekomunikasi dan informatika yang diterbitkan/disampaikan pada pertemuan di dalam dan di luar negeri. 
  2. Thesis Master di University ofTasmania. 
  3. Karya tulis di Lemhannas ‘Sistem Informasi manajemen Nasional’ yang 
  4. kini mulai diangkat ditingkat nasional misalnya TP2SIMNAS. 
  5. Berbagai makalah di bidang Manajemen, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi yang diseminarkan dan diterbitkan di dalam dan luar negeri.


Monday, December 7, 2009

Beasiswa…Oh Beasiswa…




“Pi, kantong dah kempes,,kapan BLT turun???” belakangan ini, itulah jenis pertanyaan yang sering terlontar dari beberapa teman saya.

Menunggu beasiswa yang satu ini memang rada-rada lama. Beda dengan beasiswa BBM atau PPA, kali ini, untuk kesekian kalinya, saya dan beberapa mahasiswa 4KA09 mendapatkan (lagi) beasiswa prestasi dari Gunadarma. Apa beda beasiswa ini? Beasiswa prestasi ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi dberdasarkan IPK tanpa si mahasiswa harus mendaftarkan dirinya sendiri.

Beasiswa prestasi diberikan kepada mahasiswa dengan melihat IPK semester sebelumnya, jadi mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di semester 7, untuk mendapatkan beasiswa ini akan dilihat dari IPK semester 6 mereka. Penerima beasiswa disortir berdasarkan fakultas masing-masing sehingga kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar, walaupun setiap fakultas diberikan kuota yang berbeda. Masalahnya, biasanya IPK mahasiswa semester atas cenderung lebih kecil dibandingkan dengan mahasiswa baru, padahal pensortiran nilai IPK untuk tiap fakultas tidak dibedakan berdasarkan jumlah semester si mahasiswa itu. Akibatnya, mahasiswa semester atas cenderung semakin sedikit dari tahun ke tahun.

Selain itu, penerima beasiswa prestasi di kampus J cenderung kurang mendapatkan informasi (atau mungkinsi mahasiswa yang kurang aktif). Beberapa tahun ini, saya dan teman-teman saya giat sekali bolak-balik Depok-Kalimalang hanya untuk mencari informasi mengenai beasiswa ini. Memang, di studentsite dicantumkan nama-nama mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini, namun tidak disebutkan kapan beasiswa ini dapat dicairkan.

Sebelum dapat menerima dananya, penerima harus mengambil SK (pengambilan SK hanya dapat dilakukan di kampus Depok, baru 2 semester ini dapat dilakukan di kampus Kalimalang) dengan menyerahkan fotokopi KTM dan blanko pembayaran semester yang bersangkutan, lalu tiba pada saat paling membosankan, yaitu menunggu. Biasanya, beberapa minggu (terkadang bulan) dana tersebut baru dapat dicairkan, masalahnya terdapat batas waktu untuk mencairkan dana beasiswa ini. Jika mahasiswa tidak rajin dan giat mencari informasi sehingga tidak mengetahui batas pengambilan beasiswa, maka mahasiswa tersebut, walaupun sudah mengambil SK dan dinyatakan sebagai penerima beasiswa, maka tidak dapat mengambil haknya. Inilah salah satu kendala, kurangnya informasi yang diberikan di Kampus J.

Walaupun begitu, saya dan teman-teman saya tetap semangat untuk mencairkan dana walaupun harus menunggu lama dan pulang pergi Kalimalang-Depok. Bagi yang berminat untuk mendapatkan beasiswa ini, silahkan belajar yang serius dan dongkrak IPK kalian, karena nilai nominal yang diberikan cukup besar.

Sunday, December 6, 2009

UU ITE



Dunia teknologi informasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Pertukaran informasi di dunia maya menjadi sangat cepat. Banyak orang tertolong dengan pesatnya arus informasi, entah itu hanya untuk mencari ilmu dan berita, mengunduh berbagai musik atau video, bekerja, chatting, bahkan refreshing.

Keuntungan-keuntungan ini diiringi dengan banyaknya kerugian yang mengimbanginya, antara lain penipuan, pencurian informasi, dan pelanggaran hak cipta.

Menjabat sebagai Menkominfo, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Batas-batas yang semakin samar dan berbagai macam sudut pandang, menyebabkan penerapan undang-undang sulit untuk dijalankan. Bagi sebagian orang mengunduh berbagai macam media di internet dengan gratis merupakan hal yang sangat membantu, namun bagi orang yang dilanggar hak ciptanya, tentu saja hal tersebut merupakan sebuah kerugian bagi mereka. Perbedaan cara pandang inilah yang menjadi salah satu alasan lemahnya penegakan hukum teknologi informasi di Indonesia. Selain itu, perangkat hukum yang dimiliki oleh pemerintah untuk menjalankan aturan ini kalah banyak, bahkan terkadang kalah pintar dibandingkan masyarakat pengguna internet yang selalu menemukan cara untuk ‘mengakali’ peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Pemerintah telah mengatur hal ini dalam Undang-Undang no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau yang biasa disebut dengan UU ITE. Secara umum, Undang-Undang ini merupakan langkah awal yang baik, yang menunjukkan niat baik pemerintah untuk berpartisipasi dalam dunia Teknologi Informasi.

Berandai-andai menjadi seorang menkominfo, pasti banyak hal yang harus dibenahi. Dalam hal ini, diperlukan perangkat hukum yang benar-benar mengerti  mengenai dunia IT sehingga dapat mengawasi dan menjalankan jalannya Undang-Undang. Pendayagunaan sumber daya manusia sebagai aparat yang tidak bisa ‘diakali’ merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini. Menjatuhkan sanksi dan hukuman kepada siapapun yang melanggar Undang-Undang merupakan suatu keharusan sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat.

Kerja atau Usaha???



"Abis lulus mau kerja dimana Sa??"

Mungkin itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang tua, keluarga, tetangga, bahkan teman, ketika kita sudah mencapai tingkat akhir pendidikan. Sebagian orang sudah memiliki jawabannya secara jelas, namun bagi sebagian yang lain, termasuk saya, biasanya akan menjawab dengan "yah, ga tau,liat aja ntar".
Pertanyaan jenis itu tentu saja tidak akan menghilang begitu saja, malah, pertanyaan itu juga akan terus menjadi pikiran diri sendiri. "iya yah, ntar gw mau jadi apa??bisa ga yah gw kerja?".

Apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah? Menjadi seorang wirausaha merupakan pilihan saya ketika nanti saya akan terjun ke masyarakat. Menjalankan usaha sendiri, dengan gaya sendiri, tanpa perlu memikirkan tekanan dari pihak lain atau atasan, merupakan gaya kerja yang saya pilih. Selain itu, dengan menjadi seorang wirausaha berarti saya membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Namun, mewujudkan hal tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelumnya. Usaha apa yang akan dirintis? Bagaimana menjalankannya? Bagaimana memulainya? Dari mana modalnya? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

Menjadi pekerja di usaha orang lain merupakan salah satu cara sederhana untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan menjadi pekerja, saya bisa melihat bagaimana cara yang baik untuk menjalankan suatu usaha, belajar mengenai kendala-kendala yang dihadapi serta pemecahannya, dan meningkatkan ketrampilan diri. Selain itu, saya juga bisa memperluas jaringan serta mencari informasi dan mempersiapkan usaha yang akan dibangun.

Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan ilmu yang tepat, belajar lebih banyak dari berbagai sumber, bergaul di masyarakat, dan membiasakan diri untuk bekerja dalam kelompok. Ya, pilihan saya ketika terjun di masyarakat adalah menjadi seorang wirausaha, dan untuk mewujudkannya, saya harus memulai dari langkah yang paling sederhana.

Sunday, November 15, 2009

5 Dampak Pemanasan Global terhadap Cuaca



Saat ini, banyak orang setuju bahwa Global Warming sedang terjadi, namun sebagian orang mengalami kesulitan untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Global Warming atau pemanasan global sering diartikan bahwa kita akan mengalami musim panas yang lebih panas, dan musim dingin yang tidak terlalu dingin, namun sebetulnya keadaannya jauh lebih serius daripada anggapan tersebut.
Pemanasan global mengakibatkan pola cuaca rumit, yang beragam dan saling bertentangan. Cuaca panas, cuaca dingin, gelombang panas, badai, hal-hal tersebut disebabkan oleh perubahan iklim.

Berikut adalah lima efek pemanasan global pada cuaca yang telah kita lihat, dan akibatnya pada masa depan kita:

Badai Kuat
Badai terbentuk dari air laut. Pemanasan global berarti suhu permukaan laut yang lebih tinggi. Para ilmuwan mencari hubungan antara suhu air laut yang lebih tinggi yang dikarenakan oleh pemanasan global dengan frekuensi badai yang lebih sering dan badai yang lebih kuat. Menurut Environmental Defense Fund, badai Atlantik meningkat dalam jumlah dan intensitas sejak 1970.
Pada tahun 2008, riset dari Nature melaporkan bahwa rata-rata suhu suhu laut tropis telah meningkat sekitar 0.5 derajat Celcius sejak 1970. Setiap peningkatan suhu satu derajat, akan terjadi 31% peningkatan badai kategori 4 dan 5. Beberapa ilmuwan memperkirakan suhu laut akan naik hingga mencapai 2 derajat pada tahun 2100.

Kekeringan
Banyak ilmuwan memperkirakan pemanasan global akan mengakibatkan kekeringan menjadi lebih umum dan lebih parah. Suhu rata-rata yang lebih tinggi yang diakibatkan oleh pemanasan global akan mengakibatkan penguapan air tanah lebih cepat dan banyak air menguap di udara. Ketika tidak ada air yang tersisa di tanah, panas matahari akan mengeringkan tanah dan membuat tanah tersebut sulit untuk ditanami.
Sebagai tambahan, kekeringan dapat menjadi sebuah siklus. Ketiadaan air di tanah menyebabkan tidak dapat tebentuknya awan hujan, dan membuat tanah semakin kering. Hal ini membawa risiko bagi tanaman, ternak, dan persediaan air minum.

Hujan Lebat
Pemanasan global tidak hanya menyebabkan badai yang lebih intens, tapi suhu yan glebih hangat dapat menyebabkan salju jatuh sebagai hujan. Tingkat hujan besar telah meningkat dalam satu abad terakhir dan banyak ilmuwan memperkirakan bahwa banjir yang langka, dan ekstrim seperti pada masa lalu akan terjadi lebih sering.

Gelombang Panas
Gelombang panas didefinisikan sebagai suatu periode tiga hari atau lebih dimana suhu mencapai lebih dari 90 derajat Fahrenheit. Gelombang panas dapat membahayakan tanaman dan mengakibatkan padamnya listrik dan kebakaran serta sangat berbahaya bagi manusia. Antara tahun 1979 dan 2003, 8015 orang meninggal akibat gelombang panas. Peningkatan emisi karbon menyebabkan suhu yang lebih hangat di seluruh dunia dan gelombang panas akan menjadi lebih umum.

Kebakaran Hutan

Lemahnya pengelolaan hutan tidak lagi dilihat sebagai penyebab utama dibelakang kebakaran hutan melainkan adanya spike dalam suhu yang disebabkan oleh pemanasan global. Tidak hanya panas, udara kering juga meningkatkan kemungkinan terjadinya api, serta memperpanjang rentang hidup serangga pemakan tumbuhan, yang menciptakan banyak tumbuhan kering dan mati yang dapat terbakar dengan mudah.
Sejak tahun 1986, musim panas yang lebih hangat dan panjang telah meningkatkan jumlah kebakaran hutan sebanyak empat kali lipat, dengan jumlah area yang terbakar enam kali lebih banyak, menurut majalah Science.

Telesurgery, masa depan dunia medis



Kemajuan dunia teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh pengguna internet saja. Kini, kemajuan itu ikut pula dirasakan oleh dunia kedokteran. Salah satu terobosan tersebut adalah fasilitas Remote Surgery. Teorinya, dengan adanya fasilitas ini, seorang dokter di Jakarta dapat melakukan operasi kepada pasiennya di Papua hanya dengan bantuan koneksi internet dan robot.

Apa sebenarnya Remote Surgery? Remote Surgery atau telesurgery, adalah kemampuan bagi dokter untuk melakukan operasi kepada seorang pasien dari tempat yang berbeda. Telesurgery merupakan perpaduan dari elemen-elemen robotik, koneksi data berkecepatan tinggi dan elemen-elemen sistem informasi manajemen. Telesurgery yang pertama kali dilakukan terjadi pada tanggal 7 September 2001, Dr Jacques Marescaux dari New York melakukan operasi gallbladder kepada seorang pasien yang terletak 6.230 km jauhnya, tepatnya di Strasbourg, Perancis. Operasi ini dinamakan Project Lindbergh, didasarkan dari Charles Lindbergh, seorang pionir penerbangan translantic dari New York ke Paris. Operasi ini dilakukan menggunakan jalur fiberoptic untuk memastikan terjaminnya konektivitas dan meminimalkan waktu tunda.

Sampai sekarang, telesurgery telah dilakukan berulang kali di berbagai tempat. Perkembangan teknologi yang sangat cepat telah membuat ruangan remote surgery menjadi sangat dispesialisasikan. Di Advanced Sirgical Technology Centre di Mt. Sinai hospital di Toronto, Canada misalnya, ruang operasi dapat merespon perintah suara ahli bedah untuk mengontrol barbagai peralatan yang terdapat dalam ruang operasi, termasuk pencahayaan, posisi meja bedah, dan peralatan bedah itu sendiri.

Saat ini, telesurgery bukan sebuah teknologi yang dapat tersebar luas dengan mudah, hal ini dikarenakan tidak adanya dukungan dari pemerintah. Sebelum diterima dalam skala yang kebih luas, banyak isu-isu yang harus diselesaikan. Misalnya pembuatan protokol klinik, pelatihan, dan kecocokan peralatan secara global harus dikembangkan. Selain itu, kehadiran anesthesiologist dan ahli bedah cadangan pada tempat operasi masih diperlukan seandainya terjadi gangguan komunikasi atau malfungsi robot.

Ketersediaan bandwidth yang besar dan komputer yang mendukung juga merupakan salah satu kunci utama keberhasilan proses telesurgery ini. Di Indonesia, belum semua daerah dapat merasakan koneksi internet cepat apalagi memiliki peralatan robotik yang wajib dimiliki apabila ingin melakukan operasi ini. Seorang ahli bedah di Jakarta tidak dapat melaksanakan operasi terhadap pasiennya di Papua dikarenakan tidak adanya koneksi internet dan peralatan yang mendukung. Hal ini , merupakan salah satu alasan mengapa telesurgery masih belum dapat diterapkan secara maksimal di Indonesia. Namun dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, diharapkan telesurgery tidak hanya dapat dinikmati di kota-kota besar, namun juga dapat dinikmati di tempat-tempat terpencil.