Thursday, March 25, 2010

Komunikasi Sehat dengan Handphone



Telepon selular saat ini tidak lagi menjadi barang mewah. Tingginya kebutuhan akan komunikasi di era yang serba cepat ini menyebabkan handphone, bagi kebanyakan orang menjadi sebuah barang kebutuhan pokok. Mulai dari mereka yang memang memiliki tingkat mobilitas yang tinggi seperti para pebisnis, tukang ojek di pengkolan jalan, ibu-ibu yang hobi ngerumpi, sampai mereka yang hanya sekedar ingin mengikuti trend agar dibilang tidak ketinggalan jaman.
Sayangnya, makin meluasnya penggunaan handphone tidak diiringi dengan kesadaran penerapan etika dalam penggunaannya. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

Kenali situasi dan kondisi
Pernahkah Anda menjadi seorang pasien di rumah sakit? Atau hanya sekedar sakit? Tentunya Anda sangat memerlukan istirahat yang cukup. Ketika Anda ingin beristirahat,tiba-tiba terdengar sesorang 'berbicara' kepada handphonenya dengan volume suara yang lumayan keras dan tampaknya tidak mempedulikan perasaan terganggu Anda? Pasti Anda akan sangat merasa terganggu dan kesal.
Perhatikan keadaan sekitar, kenali situasi dan kondisi sekitar Anda. Jika Anda berada di tempat umum yang ramai dan bising, Anda bisa menaikkan volume suara Anda agar lawan bicara Anda dapat mendengar setiap perkataan Anda. Namun sebaliknya, jika Anda berada di tempat-tempat tertentu yang membutuhkan ketenangan seperti rumah sakit, perpustakaan, atau ruang belajar, pelankan suara Anda, pastikan tidak ada orang yang terganggu karena suara Anda.

Perhatikan isi percakapan Anda
Jangan pernah membicarakan urusan pribadi di tempat umum. Pembicaraan yang bersifat pribadi cenderung memerlukan peranan emosi Anda, entah itu sedih atau marah atau hanya ingin sekedar bermesraan dengan orang yang Anda sayangi. Bayangkan jika Anda menangis di tempat umum karena percakapan yang Anda lakukan? Atau bermesraan dengan pacar Anda di sebuah restoran melalui handphone? Bagaimana reaksi orang yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Anda? Lebih baik lakukan pembicaraan personal di tempat yang lebih pribadi atau face to face.

Kenali lawan bicara Anda
Berbicara kepada teman tentu berbeda dengan cara Anda bebicara kepada orang tua, guru, atasan, atau hanya sekedar telemarketer. Gunakan bahasa yang sopan dan cocok untuk tiap-tiap lawan bicara Anda.

Hormati lawan bicara Anda
Seseru apapun, semarah apapun, seasik apapun Anda ketika melakukan percakapan, jangan pernah berteriak, memaki, atau bahkan hanya menyela pembicaraan orang lain. Bagaimana rasanya jika Anda dimaki oleh lawan bicara Anda? Tentu Anda akan merasa tidak senang. Hormati lawan bicara Anda agar jangan sampai menimbulkan kesalahpahaman atau perselisihan hanya karena Anda tidak dapat menahan emosi Anda.

Penggunaan ringtone
Terkadang ringtone merupakan masalah yang paling sering ditemukan. Setiap orang memiliki musik favorit masing-masing untuk dijadikan sebagai ringtone. Ada yang memilih lagu kesukaan, suara hewan, suara efek, atau bahkan ringtone default dari masing-masing handphone. Hal itu wajar dan sah-sah saja, namun perhatikan penggunaan ringtone Anda. Sebaiknya jangan menyetel ringtone yang terlalu keras dan terlalu panjang durasinya apabila Anda berada di situasi formal, lebih baik setel handphone Anda ke modus getar. Jangan sampai seisi ruangan menoleh ke arah Anda ketika handphone Anda memutar lagu BCL dengan volume maksimal ketika Anda sedang rapat. Tentu Anda akan repot dan merasa malu sendiri.

Menulis SMS
SMS atau pesan pendek, mungkin merupakan fitur yang lebih banyak digunakan oleh anak muda. Lebih murah, banyaknya promo-promo yang ditawarkan menjadikan SMS sebagai pilihan alternatif mereka yang memiliki anggaran pulsa pas-pasan.
Pada dasarnya, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengirim SMS adalah sebagai berikut:

a. Penggunaan singkatan
Jangan menggunakan singkatan terlalu banyak dalam SMS, apalagi singkatan tersebut bukanlah singkatan yang umum digunakan. Perhatikan juga kepada siapa Anda mengirim SMS tersebut. Usahakan jangan menggunakan banyak singkatan jika Anda mengirimkan SMS ke orang tua, guru, atau atasan Anda.

b. Penulisan huruf
Tulis kalimat Anda dengan susunan yang jelas agar mudah dibaca BagaimanaJikaAndaDikirimkanDanDiharuskanUntukMembacaSMSSepertiIni?? AtwM'bcStuLgYgSprtNi?? Hal ini jelas akan menyulitkan penerima pesan Anda.

c. Padat, singkat, dan jelas
SMS berarti pesan singkat. Jumlah karakter yang dapat ditulis dalam sebuah sms hanya 160 karakter. Hal ini menyebabkan pengirim menulis pesan dengan dua metode di atas. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda menuliskan pesan Anda secara padat, singkat, namun jelas. Lebih baik lakukan pembicaraan secara langsung jika hal yang ingin Anda bicarakan tidak bisa dirangkum dengan jelas dalam 160 karakter atau bersifat mendesak.

Tuesday, March 23, 2010

Etika Chatting


Siapa yang tidak pernah chatting jaman sekarang?

Berkat kemajuan teknologi, chatting merupakan suatu hal yang lumrah dilakukan. Banyak aplikasi yang menyediakan fasilitas ini, situs jejaring sosial seperti facebook pun menyediakan fitur chatting dalam webnya. Chatting memang sangat berguna untuk untuk tetap menjalin komunikasi dengan sesama, baik hanya untuk sekedar mengobrol, bertukar kabar dengan orang yang sudah lama tidak bertemu, maupun berkenalan dengan orang yang baru sama sekali.
Berbicara dalam dunia maya atau chatting memang secara umum hampir sama dengan berbicara secara langsung, namun diantara keduanya terdapat sedikit perbedaan. Beberapa hal yang dapat menjadi panduan ketika chatting antara lain:

Username, Icon, Avatar
   Kenali situasi dan kondisi, jangan menggunakan username, icon, atau avatar yang 'nyeleneh' ketika berada dalam situasi formal seperti konferensi bisnis.

Jangan menulis kalimat dengan huruf kapital
   Menulis dengan huruf kapital sama dengan berteriak. Jika Anda melakukan hal ini, maka lawan bicara Anda akan menganggap Anda berteriak kepadanya, dan dapat menyebabkan lawan bicara Anda merasa tersinggung.

Jangan menulis hal yang bersifat sensitif atau SARA
   Lain halnya dengan pembicaraan tatap muka, melalui chatting lawan bicara Anda tidak dapat melihat bagaimana ekspresi muka Anda, intonasi maupun gaya bicara Anda. Jika Anda menulis sesuatu yang sensitif atau bersifat SARA, bisa-bisa lawan bicara Anda menanggapinya dengan ekspresi yang Anda tidak harapkan.

Mem-Buzz
   Salah satu hal yang harus dihindari adalah melakukan buzz berkali-kali. Hal ini akan membuat lawan bicara Anda merasa kesal atau jengkel. Cukup buzz sesekali, jika lawan bicara Anda tidak merespon, anggap lah dia tertidur sehingga tidak bisa berbicara dengan Anda. Jika masalah yang ingin Anda bicarakan sangat penting, hubungi lawan bicara Anda dengan cara lain.

Memberikan data pribadi
   Jangan memberikan data pribadi Anda, baik no telepon maupun alamat, kepada orang yang baru saja Anda kenal melalui chatting. Hal ini dikarenakan Anda tidak tahu siapa sebenarnya lawan bicara Anda. Kasus penipuan melalui chatting sudah sering terjadi, jangan sampai Anda menjadi korban berikutnya.

Ucapkan Salam
   Sama halnya ketika bertamu ke rumah seseorang, cara paling sopan untuk memasuki sebuah chat room adalah dengan mengucapkan salam walaupun hanya sekedar "Hi!".

No Flood
   Flood yang dimaksud adalah membanjiri chat room dengan kalimat-kalimat yang sama secara berulang-ulang. Selain dapat merusak mata, hal ini dapat menimbulkan kekesalan dari chatter lain.

Hormati Lawan Bicara
   Sebagaimana Anda ingin dihormati, perlakukanlah orang lain seperti Anda ingin diperlakukan. Jangan pernah menghina awan bicara Anda, karena hal itu hanya membuktikan bahwa Anda orang yang tidak memiliki etika.

Sekian penjelasan yang singkat dari Saya, semoga hal ini dapat menjadi pelajaran dan berguna bagi orang lain.

Saturday, February 20, 2010

Etika dalam Teknologi Informasi


Semakin berkembangnya teknologi, khususnya teknologi informasi, menyebabkan semakin derasnya arus informasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Kini, tidak hanya ahli komputer yang dapat mengakses informasi, namun masyarakat awam juga dapat menikmati informasi-informasi yang tersedia. Salah satu media yang paling sering digunakan sebagai sarana penyebaran informasi adalah dengan menggunakan jaringan komputer. Jaringan ini dapat berupa LAN, WAN, MAN, bahkan internet. Saat ini, internet merupakan media pertukaran informasi dengan jumlah dan variasi pengguna paling banyak. Pertukaran informasi dapat dilakukan dalam bentuk berita, forum, blog, pertukaran data digital, bahkan melalui situ-situs jejaring sosial. Salah satu alasan banyaknya masyarakat yang memilih internet sebagai sumber informasi adalah informasi bisa didapatkan secara murah, bervariasi, dan tidak membosankan. Bandingkan dengan mencari informasi dari sebuah buku, yang pastinya akan memakan waktu, biaya, dan dapat menimbulkan kejenuhan.

Dalam perkembangannya, informasi yang beredar di internet tidak hanya berisi informasi yang benilai positif. Banyak diantaranya dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari keuntungan atau mencemarkan nama baik seseorang.

Sebagai contoh, maraknya pornografi di dunia maya. Sebagai salah satu media penyedia informasi yang paling atraktif, internet kerap kali dijadikan media untuk mendistribusikan konten-konten pornografi. Tidak hanya melalui situs-situs tertentu, tapi juga dapat dilakukan melalui forum. Pengaksesan situs-situs ini oleh mereka yang belum cukup umur dan tidak mengerti, dapat menyebabkan degradasi moral. Hal ini merupakan salah satu contoh pentingnya etika dalam teknologi informasi. Etika merupakan pegangan bagi seseorang untuk bertindak dan memahami baik buruk perbuatannya. Sekarang, banyak orang yang tidak mengindahkan etika, terbukti dari kasus di atas. Mereka yang menyediakan, berbagi, atau memberikan konten-konten pornigrafi ini tidak memiliki etika dalam melakukan aktivitasnya. 

Pertukaran data digital, baik dalam bentuk film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di dunia maya. Dengan mengunjungi situs-situs tertentu dan melakukan klik beberapa kali, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara gratis. Daripada membuang-buang uang untuk ke bioskop dan menonton film keluaran terbaru, kita bisa men-download film tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan aslinya. Jika ingin mendengarkan lagu, meng-install software, atau baca buku sekalipun, kita bisa mendapatkanya dengan men-download. Gratis dah kualitasnya pun sama saja. Walaupun hal seperti ini sama dengan pembajakan, namun karena menjamurnya situs-situs yang menawarkan jasa download gratis, toh hal ini dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal, dengan mendownload hal-hal tersebut, kita tak lain dengan seorang pembajak.

Hal-hal tersebut memang sangat merugikan dari satu sisi, namun apabila kita lihat dari sisi lain, hal tersebut juga dapat membantu masyarakat. Dibandingkan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk seembar tiket bioskop atau Rp 45.000 untuk membeli sekeping CD atau bahkan ratusan ribu untuk memebeli software, masyarakat kita tentu lebih memilih sesuatu yang murah dan dapat dinikmati bersama. Prinsip kebersamaan dan saling "berbagi"-pun rupanya sangat diterapkan dalam kasus ini, sehingga tentu saja hal ini juga bisa menjadi sangat menguntungkan.

Internet menjadikan semua batas-batas ruang menjadi samar. Bukannya tidak pernah pemerintah melakukan proses pembersihan terhadap situs-situs porno, tapi toh rupanya hal itu sia-sia. Masih banyaknya situs porno membuktikan hal ini. Aparat yang kurang mengerti akan teknologi sehingga dengan mudah diakali oleh pemilik situs merupakan faktor utama hal ini. Lalu bagaimana dengan hak mereka yang telah bersusah payah membuat produk mereka namun tetap dibajak melalui internet? Tidak ada aturan yang jelas dan tindak lanjut dari yang berwenang, menyebabkan masalah ini berlarut-larut. Kita tidak bisa selamanya membebankan semua ini kepada pemerintah. Kini, tergantung bagaimana kita sebagai pengguna internet untuk bersikap, apakah masih ada etika dalam diri kita?

Friday, February 19, 2010

Profesi dan Profesionalisme


Seperti yang telah dijelaskan dalam posting sebelumnya, profesi adalah pekerjaan, yang dilakukan secara tetap dengan menggunakan suatu keahlian. Sedangkan tingkah laku, tujuan, atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan corak profesi disebut profesionalisme. Profesionalisme juga mengandung pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sumber penghidupan.

Ciri-ciri profesionalisme adalah sebagai berikut :
  • Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
  • Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
  • Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
  • Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
  • Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

Menjadi seorang profesional tidaklah mudah. Berdasarkan ciri-ciri di atas terdapat beberapa kriteria yang mendasari seseorang dapat dianggap sebagai profesional dalam bidangnya. Menurut Tjerk Hooghiemstra, seorang profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

Menurut UU No. 8 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kode Etik dapat diibaratkan sebagai kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. Agar kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik dibuat oleh profesi itu sendiri. Pada umumnya, kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada para pelanggarnya berupa sanksi moral atau bahkan dikeluarkan dari organisasi.

Tujuan Kode Etik Profesi adalah sebagai berikut :
  1. Menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  3. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Meningkatkan mutu profesi.
  5. Meningkatkan mutu organisasi profesi.
  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.




Referensi :
http://rizal.blog.undip.ac.id/files/2009/07/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf

    Etika dan Profesi






    Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia harus memiliki etika dalam melakukan segala hal. Apa yang dimaksud dengan etika itu? Beberapa pengertian etika adalah sebagai berikut :

    • Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos atau etha yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. 
    • Menurut Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati.
    • Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.
    • Menurut Drs. O.P. Simorangkir, etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
    • Menurut Drs. Sidi Gajalba, dalam sistematika filsafat, etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
    • Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
    Secara singkat, etika merupakan sekumpulan aturan yang membantu manusia dalam menentukan pilihan baik dan buruk dalam hidupnya. Dalam kehidupan, etika memegang peranan penting bagi manusia. Hal ini dikarenakan dalam sistem kehidupan bermasyarakat, baik buruknya seseorang dapat dilihat dari tingkah laku dan keputusan yang dibuatnya. Etika dapat membantu manusia memahami atas dasar apa ia harus bertingkah laku dan mengambil sebuah keputusan.

    Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
    • ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
    • ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
    ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
    • Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
    • Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

    Ada dua macam etika yang harus dipahami dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia :
    • ETIKA DESKRIPTIF, memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
    • ETIKA NORMATIF, memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
    Profesi adalah pekerjaan, yang dilakukan secara tetap dengan menggunakan suatu keahlian. Sedangkan orang yang mempunyai profesi dan melakukannya dengan keAHLIan TINGGI disebut dengan profesional. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
    • Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 
    • Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
    • Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
    • Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya.
    • Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
    Berdasarkan uraian di atas, etika memiliki peranan penting bagi kehidupan dan dapat membantu mengatur kehidupan manusia. Dalam profesi juga terdapat etika-etika tertentu yang dinamakan dengan etika profesi. Etika profesi merupakan sekumpulan aturan yang digunakan dalam pergaulan kelompok, yaitu masyarakat profesional, yang mengatur perilaku anggota-anggota profesi tersebut.




    Referensi:

    http://rizal.blog.undip.ac.id/files/2009/07/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf
    http://one.indoskripsi.com/node/5052

    Sunday, January 10, 2010

    Apaan sih Softskill??



    Mengingat kembali saat-saat memulai semester, banyak dosen yang membicarakan mengenai mata kuliah softskill. Sebenarnya ketika dosen membicarakan tentang softskill, sering bertanya-tanya sendiri "Apaan sih softskill???". Mata kuliah ini tidak terdaftar di jadwal kuliah (setidaknya belum), dilihat dari artinya soft = lembut sedangkan skill = kemampuan, kemampuan lembut??? Yah, mungkin ini pendapat mahasiswa terbodoh yang pernah dipikirkan. Setelah terdaftar jadwal telematika (softskill) bertambah lagi pemikiran, kemampuan telematika tapi yang lembut? O-oow,,,


    Setelah mendapat penjelasan mengenai softskill telematika, akhirnya bisa juga berpikir "Oooh,,itu toh maksudnya...Gampang ah!!!" walaupun ternyata dalam pelaksanaannya jauh dari mudah!


    Menurut saya, mata kuliah ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya melatih mahasiswa untuk menulis dan memperluas pengetahuan mahasiswa. Saya pribadi menganggap mata kuliah ini sangat berguna. Selain itu metode pembelajarannya yang tidak hanya pertemuan-pertemuan di dalam kelas, merupakan hal yang tidak membosankan dan pertemuannya yang tidak rutin (surgaaaaa...).


    Mata kuliah ini sebaiknya dilanjutkan karena kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan. Selain itu, mata kuliah seperti ini bisa menjadi pemecah kejenuhan di tengah padatnya tugas-tugas kuliah karena mahasiswa dapat menulis mengenai pendapat mereka.

    Lebih Dekat Dengan Tokoh Telematika



    Apa yang telintas di pikiran orang ketika mendengar kata telematika? Roy Suryo mungkin jawaban yang paling sering dikemukakan. Sebagai tokoh yang berkecimpung di bidang telematika, Roy Suryo sering muncul di televisi untuk memberikan pendapatnya sebagai pakar telematika. Namun, banyak tokoh telematika lainnya yang belum diketahui oleh masyarakat umum yang kiprahnya telah membangun bangsa ini. 


    Jonathan Limbong Parapak, adalah salah satu putra bangsa yang berkecimpung di bidang telematika. Lahir dan besar di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jonathan Parapak yan akrab dipanggil Limbong ketika kecil terbiasa hidup di sekitar hutan dan desa. Perlu perjuangan berat bagi Beliau untuk bersekolah karena jauhnya lokasi, faktor ekonomi, dan keamanan. Hidupnya penuh dengan keprihatinan sehingga sejak kecil jiwa wiraswastanya untuk membantu keluarga sudah muncul. Selesai SMA beliau diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, namun karena ternyata Beliau terpilih seleksi beasiswa Colombo Plan, Beliau berangkat ke Australia untuk meneruskan pendidikan walau dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas.


    Berikut adalah latar belakang pendidikan Jonathan Parapak: 
    1. 1949 - 1955 SD di Rantopao 
    2. 1955 - 1958 SMP di Rantepao 
    3. 1958 - 1961 SMA Negeri I (Teladan), Makasar (Ujung Pandang) 
    4. 1962 - 1966 University of Tasmania, Australia (disamakan Sarjana Teknik) 
    5. 1967 - 1968 Pasca Sarjana di Universitas Tasmania Tamat dengan gelar "Master of Engineering Science" (M.Eng.Sc). 
    6. 1984 Lemhannas dengan mendapat "Wibawa Seroja Nugraha" (peserta dengan nilai tertinggi) 
       Pendidikan Khusus
    1. Mei-Juni 1975 University of Syracuse New York (Diploma: Dynamic Management for International Executives). 
    2. Oktober 1978 ITT-Communications Group New York (Diploma: Marketing)
    3. 1981 Penataran Type A P-4 (Ranking 1)
    4. 1995 Penataran Manggala P4
    5. 1970-Sekarang : Mengikuti berbagai seminar manajemen telekomunikasi, komputer, informasi dan pariwisata. 
    Pada tahun 1966 Jonathan bekerja di Telecoms Australia sebagai "Radio Installation Engineer". Kemudian pada tahun 1967 s.d 1968 Beliau berkecimpung di Research Laboratories-Telecoms Australia dalam kerja sama dengan University of Tasmania, Research untuk Master Degree.  Tahun 1968-1969 Beliau bekerja Telecoms Australia sebagai Microwave System Design Engineer. 


    Sekembalinya dari Australia, Jonathan merintis karirnya dimulai dari bawah. Mulai dari menarik kabel, memasang dan memelihara perangkat komunikasi, sampai pimpinan proyek stasiun bumi, sistem komunikasi kabel laut. Selama bekerja di Indosat, Beliau merintis pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut ASEAN, Sistem Komunikasi Kabel Laut ke Timur Tengah, Eropa dan Australia. Beliau mewakili Indosat di berbagai pertemuan dan konferensi internasional, seperti Telecommunication Union (ITU), di Intelsat (International Satellite System), Inmarsat (International Maritime Satellite System). Ia pun menjadi figur internasional yang diperhitungkan dan diundang sebagai pembicara di berbagai konferensi dan seminar.


    Di bawah kepemimpinannya, Indosat mengalami transformasi manajemen, kultur perusahaan, pengembangan sumber daya manusia. Indosat maju pesat dan mendapat perhatian para pengamat dan para ahli manajemen, telekomunikasi nasional dan internasional. Sehingga dalam waktu singkat Indosat menjadi salah satu BUMN terbaik di Indonesia dan berulangkali memperoleh penghargaan nasional dan intemasional. Melalui Indosat, Parapak ikut berperan dalam pemilihan, penerapan dan pengembangan teknologi terkini dan tepat guna baik dalam mengembangkan dan memodernisasi layanan telekomunikasi maupun dalam manajemen perusahaan.


    Bagi Parapak, kemajuan TI tidak hanya mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi, namun juga memiliki nilai strategis secara ekonomis dan politis. Pandangan itulah yang memotivasi Beliau bekerja keras mengembangkan dunia informasi dan telekomunikasi demi bangsanya. Beliau senantiasa membelajarkan masyarakat namun tidak pernah kehilangan minatnya untuk belajar. Selalu membuka diri terhadap teknologi baru sehingga karya-karyanya diakui oleh masyarakat Indonesia dan dunia.


    Pelaku teknologi dengan pandangan yang sangat jelas tentang kaitan dan peranan teknologi untuk pembangunan bangsa dan negara serta peningkatan kesejahteraan manusia. Ia yakin terdapat peran yang sangat vital dalam sistem komunikasi satelit untuk mempercepat pembangunan bangsa. Beliau menjadi penggagas visi Nusantara 21, visi bangsa Indonesia di sektor telekomunikasi dan informasi dalam memasuki abad ke- 21. Untuk meyakinkan bangsa Indonesia bahwa kemajuan, kesejahteraan, daya saing dan kejayaan Indonesia di abad ke-21 sangat ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan mewujudkan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.


    Ia pula salah satu pemula konsep pembangunan Telematika di Indonesia, dan menjadi pimpinan berbagai kelompok yang sangat peduli dengan peran telematika dalam mewujudkan knowledge based society di Indonesia. 


    Pengalaman Kerja
    • 1969 1970 : IMC Engineer -PT.Indosat Jakarta 
    • 1971-972 : Station Engineer -PT. Indosat Jakarta 1973- 1975 : System Engineer -PT. Indosat Jakarta 
    • 1975-1977 : Manager Operations & Engineering PT. Indosat 
    • 1978-Jan. 1980 : Director Operation & Engineering PT. Indosat 
    • 1976-980 : Member ofthe Board ofDirectors PT. Indosat 
    • 1980-1991 : Direktur Utama PT. Indosat 
    • 1991-1999 : Komisaris Utama PT. Indosat 
    • 1991-1998 : Sekretaris Jenderal Departemen Parpostel 
    • 1998-1999 : Sekretaris Jenderal Departemen Parsenibud
    • 1987-1991 : Komisaris Utama PT.Gratika Nusantara
    • 1988-1991 : Komisaris PT. Lintas Arta 
    • 1985-1990 : Anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN
    • 1988-1989 : Vice Chairman Intelsat Board of Governors
    • 1989- 990 : Chairman, Intelsat Board of Governors 
    • 1988-1992 : Chairman ITU World Plan for Asia and Oceania 
    • 1989-1991 : Member High Level Committee ITU (International Telecommunication Union) 
    • 1991-1999 : Pembina Koperasi Pegawai Dep. Parpostel 
    • 1991 : Ketua Panitia Konperensi negara-negara OKI di Bandung 
    • 1993- 1999 : Komisaris Utama PT. INTI-BPIS
    • 1995- 1999 : Anggota Dewan Riset Nasional 
    • 1994-1996 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi KSO 
    • 1995-1998 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi PCN/PCS/PHS
    • 1993 -Sekarang : Ketua Yayasan Pedidikan Teknik Indonesia 
    • 1995- Sekarang : Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informasi 
    • 1996-1997 : Chairman First World Telecommuniactions Policy Forum-ITU, Geneva 
    • 1997-1999 : Anggota MPR.
    • 2000-sekarang : Charman/Preskom beberapa perusahaan di lingkungan LIPPO-AcrossAsia Multimedia (Indonesia).
    • Pengabdian di UI dan Lemhanas
    • 1970-1980 : Dosen Luar Biasa di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia dalam mata kuliah Teknik Telekomunikasi dan Tugas Sarjana 
    • 1976-1979 : Ketua Departemen/Kabinet Elektronika/ Telekomunikasi, Anggota Senat Fakultas Teknik 1985 -19995 : Dosen Lemhannas (Anggota Kelompok Kerja Sismennas Lemhannas) 
    • 1996 -Sekarang : Ketua Dewan Penasehat Program S2 Telekomunikasi Universitas Indonesia 
    Pengabdian Lain
    • Pembina KORPRI Unit PT. Indosat 1981- 1991 
    • Ketua KORPRI Dep. Parpostel/Parsenibud 1992- 199 
    • Ketua Umum Ikatan alumni Australia 1988 -1992 dan Ketua dewan 
    • pembina 1992 -sekarang 
    • KetuaBidang Pengembangan Ikatan Alumni Lemhannas 1985- 1991
    • Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia 1986- 1991 
    • Ketua Departemen Data dan Informatika Pengurus Pusat KADIN 1989-1991 
    • Anggota Dewan Pertimbangan KADIN 1989-1991 
    • Pembina Yayasan Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Toraja dan Yayasan Pendidikan Tongkonan 
    • Wakil Ketua Umum-Seminar Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) 1987 tentang Sistem Ekonomi Nasional Indonesia 
    • Ketua Umum Seminar IKAL 1988 tentang Sistem Politik Demokrasi Pancasila 
    • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Sistem Sosial Budaya Indonesia yang mendukung Strategi Jangka Panjang Tahap II 1989 
    • Ketua Umum Seminar IKAL 1990 tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional 
    • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Pembinaan Sumber Daya Nasional untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional dalam Era Kebangkitan Nasional II 
    • Anggota kelompok kerja/Pengkajian Sistem Manajemen Nasional Lemhannas. 
    • Ketua II Ikatan Profesi Komputer dan Informatika (IPKIN) 1989-1991 
    • Sekretaris Tim Pengembangan dan Pendayagunaan Sistem Informasi Nasional (TP2SIMNAS) 
    • Wakil Ketua TP2 Simnnas mulai 1989-1992 
    • Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia 1994- sekarang
    • Penghargaan
    • Terpilih oleh ITT Quality Council (calon-calon dari seluruh dunia) untuk menerima Ring of Quality 1976 sebagai penghargaan “Prestasi yang sangat menonjol” 
    • Setya Lencana Pengabdian Indosat 20 tahun,1989 
    • Dianugerahi Setya Lencana Pembangunan oleh Negara RI pada tahun 1985
    • Satya Lencana Dwidya Sistha-Lemhannas 1990 
    • Dianugerahi Bintang Jasa Utama 17 Agsutus 1992 
    • Penghargaan Pembina Koperasi 1996. 
    Karya Tulis:
    1. Berbagai makalah di bidang elektronika telekomunikasi dan informatika yang diterbitkan/disampaikan pada pertemuan di dalam dan di luar negeri. 
    2. Thesis Master di University ofTasmania. 
    3. Karya tulis di Lemhannas ‘Sistem Informasi manajemen Nasional’ yang 
    4. kini mulai diangkat ditingkat nasional misalnya TP2SIMNAS. 
    5. Berbagai makalah di bidang Manajemen, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi yang diseminarkan dan diterbitkan di dalam dan luar negeri.