Friday, February 19, 2010

Profesi dan Profesionalisme


Seperti yang telah dijelaskan dalam posting sebelumnya, profesi adalah pekerjaan, yang dilakukan secara tetap dengan menggunakan suatu keahlian. Sedangkan tingkah laku, tujuan, atau rangkaian kualitas yang menandai atau melukiskan corak profesi disebut profesionalisme. Profesionalisme juga mengandung pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sumber penghidupan.

Ciri-ciri profesionalisme adalah sebagai berikut :
  • Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.
  • Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
  • Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
  • Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.
  • Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

Menjadi seorang profesional tidaklah mudah. Berdasarkan ciri-ciri di atas terdapat beberapa kriteria yang mendasari seseorang dapat dianggap sebagai profesional dalam bidangnya. Menurut Tjerk Hooghiemstra, seorang profesional adalah mereka yang sangat kompeten atau memiliki kompetensi tertentu yang mendasari kinerjanya.

Menurut UU No. 8 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kode Etik dapat diibaratkan sebagai kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. Agar kode etik dapat berfungsi dengan semestinya, salah satu syarat mutlak adalah bahwa kode etik dibuat oleh profesi itu sendiri. Pada umumnya, kode etik akan mengandung sanksi-sanksi yang dikenakan pada para pelanggarnya berupa sanksi moral atau bahkan dikeluarkan dari organisasi.

Tujuan Kode Etik Profesi adalah sebagai berikut :
  1. Menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  3. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Meningkatkan mutu profesi.
  5. Meningkatkan mutu organisasi profesi.
  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.




Referensi :
http://rizal.blog.undip.ac.id/files/2009/07/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf

    Etika dan Profesi






    Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia harus memiliki etika dalam melakukan segala hal. Apa yang dimaksud dengan etika itu? Beberapa pengertian etika adalah sebagai berikut :

    • Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos atau etha yang berarti tempat tinggal, padang rumput, kebiasaan atau adat istiadat. 
    • Menurut Aristoteles, etika digunakan untuk menunjukkan filsafat moral yang menjelaskan fakta moral tentang nilai dan norma moral, perintah, tindakan kebajikan dan suara hati.
    • Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”.
    • Menurut Drs. O.P. Simorangkir, etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
    • Menurut Drs. Sidi Gajalba, dalam sistematika filsafat, etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
    • Menurut Drs. H. Burhanudin Salam, etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
    Secara singkat, etika merupakan sekumpulan aturan yang membantu manusia dalam menentukan pilihan baik dan buruk dalam hidupnya. Dalam kehidupan, etika memegang peranan penting bagi manusia. Hal ini dikarenakan dalam sistem kehidupan bermasyarakat, baik buruknya seseorang dapat dilihat dari tingkah laku dan keputusan yang dibuatnya. Etika dapat membantu manusia memahami atas dasar apa ia harus bertingkah laku dan mengambil sebuah keputusan.

    Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
    • ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
    • ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
    ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
    • Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
    • Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

    Ada dua macam etika yang harus dipahami dalam menentukan baik dan buruknya perilaku manusia :
    • ETIKA DESKRIPTIF, memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
    • ETIKA NORMATIF, memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
    Profesi adalah pekerjaan, yang dilakukan secara tetap dengan menggunakan suatu keahlian. Sedangkan orang yang mempunyai profesi dan melakukannya dengan keAHLIan TINGGI disebut dengan profesional. Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
    • Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 
    • Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
    • Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
    • Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya.
    • Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
    Berdasarkan uraian di atas, etika memiliki peranan penting bagi kehidupan dan dapat membantu mengatur kehidupan manusia. Dalam profesi juga terdapat etika-etika tertentu yang dinamakan dengan etika profesi. Etika profesi merupakan sekumpulan aturan yang digunakan dalam pergaulan kelompok, yaitu masyarakat profesional, yang mengatur perilaku anggota-anggota profesi tersebut.




    Referensi:

    http://rizal.blog.undip.ac.id/files/2009/07/dipakai_siskom_etika-profesi.pdf
    http://one.indoskripsi.com/node/5052

    Sunday, January 10, 2010

    Apaan sih Softskill??



    Mengingat kembali saat-saat memulai semester, banyak dosen yang membicarakan mengenai mata kuliah softskill. Sebenarnya ketika dosen membicarakan tentang softskill, sering bertanya-tanya sendiri "Apaan sih softskill???". Mata kuliah ini tidak terdaftar di jadwal kuliah (setidaknya belum), dilihat dari artinya soft = lembut sedangkan skill = kemampuan, kemampuan lembut??? Yah, mungkin ini pendapat mahasiswa terbodoh yang pernah dipikirkan. Setelah terdaftar jadwal telematika (softskill) bertambah lagi pemikiran, kemampuan telematika tapi yang lembut? O-oow,,,


    Setelah mendapat penjelasan mengenai softskill telematika, akhirnya bisa juga berpikir "Oooh,,itu toh maksudnya...Gampang ah!!!" walaupun ternyata dalam pelaksanaannya jauh dari mudah!


    Menurut saya, mata kuliah ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya melatih mahasiswa untuk menulis dan memperluas pengetahuan mahasiswa. Saya pribadi menganggap mata kuliah ini sangat berguna. Selain itu metode pembelajarannya yang tidak hanya pertemuan-pertemuan di dalam kelas, merupakan hal yang tidak membosankan dan pertemuannya yang tidak rutin (surgaaaaa...).


    Mata kuliah ini sebaiknya dilanjutkan karena kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan. Selain itu, mata kuliah seperti ini bisa menjadi pemecah kejenuhan di tengah padatnya tugas-tugas kuliah karena mahasiswa dapat menulis mengenai pendapat mereka.

    Lebih Dekat Dengan Tokoh Telematika



    Apa yang telintas di pikiran orang ketika mendengar kata telematika? Roy Suryo mungkin jawaban yang paling sering dikemukakan. Sebagai tokoh yang berkecimpung di bidang telematika, Roy Suryo sering muncul di televisi untuk memberikan pendapatnya sebagai pakar telematika. Namun, banyak tokoh telematika lainnya yang belum diketahui oleh masyarakat umum yang kiprahnya telah membangun bangsa ini. 


    Jonathan Limbong Parapak, adalah salah satu putra bangsa yang berkecimpung di bidang telematika. Lahir dan besar di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jonathan Parapak yan akrab dipanggil Limbong ketika kecil terbiasa hidup di sekitar hutan dan desa. Perlu perjuangan berat bagi Beliau untuk bersekolah karena jauhnya lokasi, faktor ekonomi, dan keamanan. Hidupnya penuh dengan keprihatinan sehingga sejak kecil jiwa wiraswastanya untuk membantu keluarga sudah muncul. Selesai SMA beliau diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, namun karena ternyata Beliau terpilih seleksi beasiswa Colombo Plan, Beliau berangkat ke Australia untuk meneruskan pendidikan walau dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat terbatas.


    Berikut adalah latar belakang pendidikan Jonathan Parapak: 
    1. 1949 - 1955 SD di Rantopao 
    2. 1955 - 1958 SMP di Rantepao 
    3. 1958 - 1961 SMA Negeri I (Teladan), Makasar (Ujung Pandang) 
    4. 1962 - 1966 University of Tasmania, Australia (disamakan Sarjana Teknik) 
    5. 1967 - 1968 Pasca Sarjana di Universitas Tasmania Tamat dengan gelar "Master of Engineering Science" (M.Eng.Sc). 
    6. 1984 Lemhannas dengan mendapat "Wibawa Seroja Nugraha" (peserta dengan nilai tertinggi) 
       Pendidikan Khusus
    1. Mei-Juni 1975 University of Syracuse New York (Diploma: Dynamic Management for International Executives). 
    2. Oktober 1978 ITT-Communications Group New York (Diploma: Marketing)
    3. 1981 Penataran Type A P-4 (Ranking 1)
    4. 1995 Penataran Manggala P4
    5. 1970-Sekarang : Mengikuti berbagai seminar manajemen telekomunikasi, komputer, informasi dan pariwisata. 
    Pada tahun 1966 Jonathan bekerja di Telecoms Australia sebagai "Radio Installation Engineer". Kemudian pada tahun 1967 s.d 1968 Beliau berkecimpung di Research Laboratories-Telecoms Australia dalam kerja sama dengan University of Tasmania, Research untuk Master Degree.  Tahun 1968-1969 Beliau bekerja Telecoms Australia sebagai Microwave System Design Engineer. 


    Sekembalinya dari Australia, Jonathan merintis karirnya dimulai dari bawah. Mulai dari menarik kabel, memasang dan memelihara perangkat komunikasi, sampai pimpinan proyek stasiun bumi, sistem komunikasi kabel laut. Selama bekerja di Indosat, Beliau merintis pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut ASEAN, Sistem Komunikasi Kabel Laut ke Timur Tengah, Eropa dan Australia. Beliau mewakili Indosat di berbagai pertemuan dan konferensi internasional, seperti Telecommunication Union (ITU), di Intelsat (International Satellite System), Inmarsat (International Maritime Satellite System). Ia pun menjadi figur internasional yang diperhitungkan dan diundang sebagai pembicara di berbagai konferensi dan seminar.


    Di bawah kepemimpinannya, Indosat mengalami transformasi manajemen, kultur perusahaan, pengembangan sumber daya manusia. Indosat maju pesat dan mendapat perhatian para pengamat dan para ahli manajemen, telekomunikasi nasional dan internasional. Sehingga dalam waktu singkat Indosat menjadi salah satu BUMN terbaik di Indonesia dan berulangkali memperoleh penghargaan nasional dan intemasional. Melalui Indosat, Parapak ikut berperan dalam pemilihan, penerapan dan pengembangan teknologi terkini dan tepat guna baik dalam mengembangkan dan memodernisasi layanan telekomunikasi maupun dalam manajemen perusahaan.


    Bagi Parapak, kemajuan TI tidak hanya mempermudah komunikasi dan penyebaran informasi, namun juga memiliki nilai strategis secara ekonomis dan politis. Pandangan itulah yang memotivasi Beliau bekerja keras mengembangkan dunia informasi dan telekomunikasi demi bangsanya. Beliau senantiasa membelajarkan masyarakat namun tidak pernah kehilangan minatnya untuk belajar. Selalu membuka diri terhadap teknologi baru sehingga karya-karyanya diakui oleh masyarakat Indonesia dan dunia.


    Pelaku teknologi dengan pandangan yang sangat jelas tentang kaitan dan peranan teknologi untuk pembangunan bangsa dan negara serta peningkatan kesejahteraan manusia. Ia yakin terdapat peran yang sangat vital dalam sistem komunikasi satelit untuk mempercepat pembangunan bangsa. Beliau menjadi penggagas visi Nusantara 21, visi bangsa Indonesia di sektor telekomunikasi dan informasi dalam memasuki abad ke- 21. Untuk meyakinkan bangsa Indonesia bahwa kemajuan, kesejahteraan, daya saing dan kejayaan Indonesia di abad ke-21 sangat ditentukan oleh kesiapan dan kemampuan mewujudkan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, melalui pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.


    Ia pula salah satu pemula konsep pembangunan Telematika di Indonesia, dan menjadi pimpinan berbagai kelompok yang sangat peduli dengan peran telematika dalam mewujudkan knowledge based society di Indonesia. 


    Pengalaman Kerja
    • 1969 1970 : IMC Engineer -PT.Indosat Jakarta 
    • 1971-972 : Station Engineer -PT. Indosat Jakarta 1973- 1975 : System Engineer -PT. Indosat Jakarta 
    • 1975-1977 : Manager Operations & Engineering PT. Indosat 
    • 1978-Jan. 1980 : Director Operation & Engineering PT. Indosat 
    • 1976-980 : Member ofthe Board ofDirectors PT. Indosat 
    • 1980-1991 : Direktur Utama PT. Indosat 
    • 1991-1999 : Komisaris Utama PT. Indosat 
    • 1991-1998 : Sekretaris Jenderal Departemen Parpostel 
    • 1998-1999 : Sekretaris Jenderal Departemen Parsenibud
    • 1987-1991 : Komisaris Utama PT.Gratika Nusantara
    • 1988-1991 : Komisaris PT. Lintas Arta 
    • 1985-1990 : Anggota Dewan Gubernur Intelsat mewakili ASEAN
    • 1988-1989 : Vice Chairman Intelsat Board of Governors
    • 1989- 990 : Chairman, Intelsat Board of Governors 
    • 1988-1992 : Chairman ITU World Plan for Asia and Oceania 
    • 1989-1991 : Member High Level Committee ITU (International Telecommunication Union) 
    • 1991-1999 : Pembina Koperasi Pegawai Dep. Parpostel 
    • 1991 : Ketua Panitia Konperensi negara-negara OKI di Bandung 
    • 1993- 1999 : Komisaris Utama PT. INTI-BPIS
    • 1995- 1999 : Anggota Dewan Riset Nasional 
    • 1994-1996 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi KSO 
    • 1995-1998 : Ketua Tim Interdep dan Evaluasi PCN/PCS/PHS
    • 1993 -Sekarang : Ketua Yayasan Pedidikan Teknik Indonesia 
    • 1995- Sekarang : Ketua Yayasan Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi dan Informasi 
    • 1996-1997 : Chairman First World Telecommuniactions Policy Forum-ITU, Geneva 
    • 1997-1999 : Anggota MPR.
    • 2000-sekarang : Charman/Preskom beberapa perusahaan di lingkungan LIPPO-AcrossAsia Multimedia (Indonesia).
    • Pengabdian di UI dan Lemhanas
    • 1970-1980 : Dosen Luar Biasa di Fakultas Teknik, Universitas Indonesia dalam mata kuliah Teknik Telekomunikasi dan Tugas Sarjana 
    • 1976-1979 : Ketua Departemen/Kabinet Elektronika/ Telekomunikasi, Anggota Senat Fakultas Teknik 1985 -19995 : Dosen Lemhannas (Anggota Kelompok Kerja Sismennas Lemhannas) 
    • 1996 -Sekarang : Ketua Dewan Penasehat Program S2 Telekomunikasi Universitas Indonesia 
    Pengabdian Lain
    • Pembina KORPRI Unit PT. Indosat 1981- 1991 
    • Ketua KORPRI Dep. Parpostel/Parsenibud 1992- 199 
    • Ketua Umum Ikatan alumni Australia 1988 -1992 dan Ketua dewan 
    • pembina 1992 -sekarang 
    • KetuaBidang Pengembangan Ikatan Alumni Lemhannas 1985- 1991
    • Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia 1986- 1991 
    • Ketua Departemen Data dan Informatika Pengurus Pusat KADIN 1989-1991 
    • Anggota Dewan Pertimbangan KADIN 1989-1991 
    • Pembina Yayasan Kebudayaan dan Pengembangan Pariwisata Toraja dan Yayasan Pendidikan Tongkonan 
    • Wakil Ketua Umum-Seminar Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) 1987 tentang Sistem Ekonomi Nasional Indonesia 
    • Ketua Umum Seminar IKAL 1988 tentang Sistem Politik Demokrasi Pancasila 
    • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Sistem Sosial Budaya Indonesia yang mendukung Strategi Jangka Panjang Tahap II 1989 
    • Ketua Umum Seminar IKAL 1990 tentang Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dalam Pembangunan Nasional 
    • Ketua Umum Seminar IKAL tentang Pembinaan Sumber Daya Nasional untuk Meningkatkan Ketahanan Nasional dalam Era Kebangkitan Nasional II 
    • Anggota kelompok kerja/Pengkajian Sistem Manajemen Nasional Lemhannas. 
    • Ketua II Ikatan Profesi Komputer dan Informatika (IPKIN) 1989-1991 
    • Sekretaris Tim Pengembangan dan Pendayagunaan Sistem Informasi Nasional (TP2SIMNAS) 
    • Wakil Ketua TP2 Simnnas mulai 1989-1992 
    • Ketua Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia 1994- sekarang
    • Penghargaan
    • Terpilih oleh ITT Quality Council (calon-calon dari seluruh dunia) untuk menerima Ring of Quality 1976 sebagai penghargaan “Prestasi yang sangat menonjol” 
    • Setya Lencana Pengabdian Indosat 20 tahun,1989 
    • Dianugerahi Setya Lencana Pembangunan oleh Negara RI pada tahun 1985
    • Satya Lencana Dwidya Sistha-Lemhannas 1990 
    • Dianugerahi Bintang Jasa Utama 17 Agsutus 1992 
    • Penghargaan Pembina Koperasi 1996. 
    Karya Tulis:
    1. Berbagai makalah di bidang elektronika telekomunikasi dan informatika yang diterbitkan/disampaikan pada pertemuan di dalam dan di luar negeri. 
    2. Thesis Master di University ofTasmania. 
    3. Karya tulis di Lemhannas ‘Sistem Informasi manajemen Nasional’ yang 
    4. kini mulai diangkat ditingkat nasional misalnya TP2SIMNAS. 
    5. Berbagai makalah di bidang Manajemen, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi yang diseminarkan dan diterbitkan di dalam dan luar negeri.


    Monday, December 7, 2009

    Beasiswa…Oh Beasiswa…




    “Pi, kantong dah kempes,,kapan BLT turun???” belakangan ini, itulah jenis pertanyaan yang sering terlontar dari beberapa teman saya.

    Menunggu beasiswa yang satu ini memang rada-rada lama. Beda dengan beasiswa BBM atau PPA, kali ini, untuk kesekian kalinya, saya dan beberapa mahasiswa 4KA09 mendapatkan (lagi) beasiswa prestasi dari Gunadarma. Apa beda beasiswa ini? Beasiswa prestasi ini diberikan kepada mahasiswa berprestasi dberdasarkan IPK tanpa si mahasiswa harus mendaftarkan dirinya sendiri.

    Beasiswa prestasi diberikan kepada mahasiswa dengan melihat IPK semester sebelumnya, jadi mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di semester 7, untuk mendapatkan beasiswa ini akan dilihat dari IPK semester 6 mereka. Penerima beasiswa disortir berdasarkan fakultas masing-masing sehingga kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar, walaupun setiap fakultas diberikan kuota yang berbeda. Masalahnya, biasanya IPK mahasiswa semester atas cenderung lebih kecil dibandingkan dengan mahasiswa baru, padahal pensortiran nilai IPK untuk tiap fakultas tidak dibedakan berdasarkan jumlah semester si mahasiswa itu. Akibatnya, mahasiswa semester atas cenderung semakin sedikit dari tahun ke tahun.

    Selain itu, penerima beasiswa prestasi di kampus J cenderung kurang mendapatkan informasi (atau mungkinsi mahasiswa yang kurang aktif). Beberapa tahun ini, saya dan teman-teman saya giat sekali bolak-balik Depok-Kalimalang hanya untuk mencari informasi mengenai beasiswa ini. Memang, di studentsite dicantumkan nama-nama mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini, namun tidak disebutkan kapan beasiswa ini dapat dicairkan.

    Sebelum dapat menerima dananya, penerima harus mengambil SK (pengambilan SK hanya dapat dilakukan di kampus Depok, baru 2 semester ini dapat dilakukan di kampus Kalimalang) dengan menyerahkan fotokopi KTM dan blanko pembayaran semester yang bersangkutan, lalu tiba pada saat paling membosankan, yaitu menunggu. Biasanya, beberapa minggu (terkadang bulan) dana tersebut baru dapat dicairkan, masalahnya terdapat batas waktu untuk mencairkan dana beasiswa ini. Jika mahasiswa tidak rajin dan giat mencari informasi sehingga tidak mengetahui batas pengambilan beasiswa, maka mahasiswa tersebut, walaupun sudah mengambil SK dan dinyatakan sebagai penerima beasiswa, maka tidak dapat mengambil haknya. Inilah salah satu kendala, kurangnya informasi yang diberikan di Kampus J.

    Walaupun begitu, saya dan teman-teman saya tetap semangat untuk mencairkan dana walaupun harus menunggu lama dan pulang pergi Kalimalang-Depok. Bagi yang berminat untuk mendapatkan beasiswa ini, silahkan belajar yang serius dan dongkrak IPK kalian, karena nilai nominal yang diberikan cukup besar.

    Sunday, December 6, 2009

    UU ITE



    Dunia teknologi informasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Pertukaran informasi di dunia maya menjadi sangat cepat. Banyak orang tertolong dengan pesatnya arus informasi, entah itu hanya untuk mencari ilmu dan berita, mengunduh berbagai musik atau video, bekerja, chatting, bahkan refreshing.

    Keuntungan-keuntungan ini diiringi dengan banyaknya kerugian yang mengimbanginya, antara lain penipuan, pencurian informasi, dan pelanggaran hak cipta.

    Menjabat sebagai Menkominfo, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Batas-batas yang semakin samar dan berbagai macam sudut pandang, menyebabkan penerapan undang-undang sulit untuk dijalankan. Bagi sebagian orang mengunduh berbagai macam media di internet dengan gratis merupakan hal yang sangat membantu, namun bagi orang yang dilanggar hak ciptanya, tentu saja hal tersebut merupakan sebuah kerugian bagi mereka. Perbedaan cara pandang inilah yang menjadi salah satu alasan lemahnya penegakan hukum teknologi informasi di Indonesia. Selain itu, perangkat hukum yang dimiliki oleh pemerintah untuk menjalankan aturan ini kalah banyak, bahkan terkadang kalah pintar dibandingkan masyarakat pengguna internet yang selalu menemukan cara untuk ‘mengakali’ peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

    Pemerintah telah mengatur hal ini dalam Undang-Undang no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau yang biasa disebut dengan UU ITE. Secara umum, Undang-Undang ini merupakan langkah awal yang baik, yang menunjukkan niat baik pemerintah untuk berpartisipasi dalam dunia Teknologi Informasi.

    Berandai-andai menjadi seorang menkominfo, pasti banyak hal yang harus dibenahi. Dalam hal ini, diperlukan perangkat hukum yang benar-benar mengerti  mengenai dunia IT sehingga dapat mengawasi dan menjalankan jalannya Undang-Undang. Pendayagunaan sumber daya manusia sebagai aparat yang tidak bisa ‘diakali’ merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini. Menjatuhkan sanksi dan hukuman kepada siapapun yang melanggar Undang-Undang merupakan suatu keharusan sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat.

    Kerja atau Usaha???



    "Abis lulus mau kerja dimana Sa??"

    Mungkin itu adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang tua, keluarga, tetangga, bahkan teman, ketika kita sudah mencapai tingkat akhir pendidikan. Sebagian orang sudah memiliki jawabannya secara jelas, namun bagi sebagian yang lain, termasuk saya, biasanya akan menjawab dengan "yah, ga tau,liat aja ntar".
    Pertanyaan jenis itu tentu saja tidak akan menghilang begitu saja, malah, pertanyaan itu juga akan terus menjadi pikiran diri sendiri. "iya yah, ntar gw mau jadi apa??bisa ga yah gw kerja?".

    Apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah? Menjadi seorang wirausaha merupakan pilihan saya ketika nanti saya akan terjun ke masyarakat. Menjalankan usaha sendiri, dengan gaya sendiri, tanpa perlu memikirkan tekanan dari pihak lain atau atasan, merupakan gaya kerja yang saya pilih. Selain itu, dengan menjadi seorang wirausaha berarti saya membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
    Namun, mewujudkan hal tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelumnya. Usaha apa yang akan dirintis? Bagaimana menjalankannya? Bagaimana memulainya? Dari mana modalnya? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

    Menjadi pekerja di usaha orang lain merupakan salah satu cara sederhana untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan menjadi pekerja, saya bisa melihat bagaimana cara yang baik untuk menjalankan suatu usaha, belajar mengenai kendala-kendala yang dihadapi serta pemecahannya, dan meningkatkan ketrampilan diri. Selain itu, saya juga bisa memperluas jaringan serta mencari informasi dan mempersiapkan usaha yang akan dibangun.

    Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan ilmu yang tepat, belajar lebih banyak dari berbagai sumber, bergaul di masyarakat, dan membiasakan diri untuk bekerja dalam kelompok. Ya, pilihan saya ketika terjun di masyarakat adalah menjadi seorang wirausaha, dan untuk mewujudkannya, saya harus memulai dari langkah yang paling sederhana.